News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kaget! Satpol PP Garut Dukung Gibran, Cak Imin Berikan Komentar Pedas hingga Bawa-bawa Slepet

Viral di media sosial, Gibran didukung Satpol PP Kabupaten Garut. Sontak hal itu membuat Cak Imin kepanasan hingga berkomentar pedas serta bawa-bawa slepet
Kamis, 4 Januari 2024 - 10:37 WIB
Kaget! Satpol PP Garut Dukung Gibran, Cak Imin Berikan Komentar Pedas hingga Bawa-bawa Slepet
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Buntut viralnya, belasan oknum Satpol PP Garut yang viral karena mendukung cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka, hingga terkena sanksi gegara itu. Sontak membuat, Cawapres nomor urut 01 dari AMIN, Cak Imin berkomentar pedas. 

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai Pemda Garut harus dievaluasi dan dislepet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Satpol PP itu salah satu aparat pemda, jadi harus netral. Mau pake undang-undang ASN boleh, mau pake undang-undang Satpol PP juga boleh bahwa berseragam itu harus adil dan seimbang. Tapi dari dulu Pemda Garut selalu aja ada cerita-cerita begitu-begitu. Maaf loh ya, maaf loh ya, sejak Bupati siapa gitu aku juga lupa waktu itu. Jadi nanti kalau AMIN menang Pemda baru, pemerintahan baru harus kita slepet," ungkap Cak Imin dalam diskusi Slepet Imin di Garut, Jawa Barat, Kamis (4/1/2024).

Bahkan mendengar kejadian itu, Cak Imin akui dirinya kaget dengan adanya video viral Satpol PP Garut yang memberi dukungan ke salah satu cawapres. 

Namun, dia meyakini Satpol PP dalam hal ini hanya sebagai korban.

"Ya saya kira kelakuan Satpol PP itu membuat rakyat juga ingin nyelepet Garut ya. Gimana sih, wong hari gini semuanya lagi punya gawe nasional yang besar, ko seberani itu Satpol PP? jadi kasihan. Dia itu hanya korban saja dari yang nyuruh," pungkasnya.

Sambungnya menjelaskan, Satpol PP merupakan aparat pemerintah daerah yang seharusnya netral. 

Apalagi dalam melaksanakan agenda besar nasional seperti Pemilu.

"Ya pemda-pemda harus satu irama dengan Presiden, jajaran kabinet. Semuanya harus menjadikan pemilu ini hajat hidup nasional bukan sesaat. Ini penting, investasi demokrasi buat anak cucu kita," ucap Cak Imin. 

Untuk diketahui, Beberapa orang dengan seragam mirip Satpol PP di Garut akhir-akhir ini menyita perhatian publik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, sekelompok orang berseragam Satpol PP itu mendukukng Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka di media sosial hingga viral. (aag)


 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT