News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Disangka, Ternyata Sosok Istri Kapolda Sumut Mampu Lakukan Hal Ini

Rita Panca Putra, istri Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak itu tiba-tiba datang tanpa pengawalan ke rumah masyarakat dan melihat kinerja personil kepolisian dalam memberikan pelayanan.
Selasa, 7 Desember 2021 - 16:25 WIB
Rita Panca Putra, Istri Kapolda Sumut datang langsung melihat kinerja personil kepolisian dalam memberikan pelayanan.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Yoga Syahputra

Medan - Hal tidak terduga sanggup dilakukan Rita Panca Putra dan dapat menjadi panutan serta perhatian bagi semua personil di wilayah kepolisian di Sumatera Utara. Sosok wanita asal Kota Solo, istri Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak itu tiba-tiba datang tanpa pengawalan ke rumah masyarakat. Dengan tujuan berada di tengah masyarakat serta melihat kinerja personil kepolisian dalam memberikan pelayanan.
 
Momen ini terjadi ketika ada informasi duka dari kematian Wije, warga Jalan Kenangasari Tiga, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Senin (7/12/2021) dan sempat membuat heboh. 
 
"Informasinya, Wije disebutkan dua hari sudah tergeletak tidak bernyawa dengan posisi telentang di atas kasur kamarnya hingga menimbulkan aroma yang tak sedap.
 
Informasi awal ini diterima lalu direspon dengan cepat oleh Sat Reskrim Polsek Sunggal. Di mana Kapolsek, Kompol Chandra Yudha Pranata turun ke lokasi bersama Kanit Reskrimnya, AKP Budiman Simanjuntak dan sejumlah personil. Hal ini menjadi kebiasaan pihak Polsek Sunggal guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dibalik kejadian tersebut.
 
Di saat personil Polsek tengah melakukan Tupoksi di bidang Reskrim, tiba-tiba sosok wanita datang ke lokasi. Yang belakangan diketahui adalah ibu Rita, istri Kapoldasu Irjen pol RZ Panca Putra Simanjuntak.
 
"Kami kira ibu itu Kapolsek bang, ternyata bukan. Karena kami sadari pada awalnya sudah datang Pak Kapolsek Yudha dan Kanit Reskrim ya yang kami kenali,” sebut seorang warga bernama Rahendra.
 
Ibu Rita itu masuk ke dalam rumah padahal, dengan kondisi aroma menyengat tidak sedap sangat terasa. 
 
Ibu Rita yang mengenakan masker tersebut terlihat paham sedikit banyaknya kinerja kepolisian. 
 
Ia berkomunikasi dengan Kapolsek Sunggal terkesan memberikan arahan agar olah TKP tidak membuat keluarga merasa dirugikan guna mengusut kemungkinan hal yang tidak diinginkan lainnya.
 
"Hebat Ibu Kapolda Sumut itu bang. Keberadaannya membuat kinerja Penyidik Polsek Sunggal semakin serius dan cepat, bekerja terlihat detail dan tidak ada hal yang sembrono. Dampaknya bisa-bisa semua pejabat kewilayahan polisi turun ke lokasi kejadian yang dianggap ada keganjilan. Sampai ibu itu pulang, polisi yang sudah bekerja sesuai prosedur segera mengevakuasi  jenazah untuk diotopsi di rumah sakit Bhayangkara Medan," sebut Nanda yang juga merupakan warga di lokasi.
 
Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata ketika dikonfirmasi mengatakan keberadaan Ibu Kapolda Sumut hanya memberi arahan positif tidak ada mengintervensi. 
 
Yudha menyebutkan kedatangan Ibu Kapolda Sumut hanya berharap personil kepolisian, baik penyidik dan pimpinan mau turun ke lokasi kejadian yang dapat menyebabkan kemungkinan hal yang tidak diinginkan.
 
"Supaya penyelidikan khususnya olah TKP tidak ada yang meleset dari protap saja. Ibu Kapolda hanya berharap penyelidikan berjalan dan keluarga pun tidak ada yang merasa dirugikan untuk mengungkap satu peristiwa," kata Yudha. (Yoga/Lno)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral