News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Bongkar Pemicu Terorisme dan Radikalisme Tumbuh Subur

Calon presiden atau capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan, masalah terorisme, radikalisme hingga ekstrimisme akan tumbuh subur saat masyarakat merasa
Jumat, 24 November 2023 - 14:57 WIB
Prabowo Bongkar Pemicu Terorisme dan Radikalisme Tumbuh Subur
Sumber :
  • tim tvOne - Julio

Jakarta, tvOnenewws.com - Calon presiden atau capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan, masalah terorisme, radikalisme hingga ekstrimisme akan tumbuh subur saat masyarakat merasa putus asa dan kehilangan harapan di masa depan. 

Hal itu dikatakan Prabowo, menjawab pertanyaan dari salah satu panelis yang juga Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Syafiq A Mughni. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulanya, Syafiq bertanya apakah Islamophobia menjadi penyebab timbulnya gejala radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme di Indonesia. 

Mantan Utusan Khusus Presiden Jokowi untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, itu juga bertanya bagaimana cara Prabowo dalam mengatasi gejala radikalisme, ekstremisme maupun terorisme itu bila nanti dipercaya menjadi Presiden RI.

Menjawab pertanyaan tersebut, Prabowo mengatakan dirinya yakin bahwa masalah terorisme, radikalisme, dan ekstremisme akan tumbuh subur di tengah masyarakat yang sedang putus asa akan masa depannya.

"Menurut keyakinan saya, masalah terorisme, radikalisme, ekstremisme itu akan subur dan muncul di saat sebagian rakyat kita putus asa, kalau sudah hilang harapan masa depan," kata Prabowo di acara Diskusi Publik Muhammadiyah Capres-Cawapres, di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Jumat, (24/11/2023).

Prabowo menyebut, hasutan untuk melakukan terorisme, radikalisme hingga ekstremisme itu akan mudah masuk kepada seseorang yang sedang putus asa dan tidak memiliki harapan hidup ke depannya.

"Biasanya penghasut-penghasut lebih mudah ke orang yang tidak punya harapan dan merasa diperlakukan dengan tidak adil. Itu adalah lahan subur untuk terorisme, radikalisme dan ekstremisme, itu keyakinan saya," papar Menteri Pertahanan RI itu.

Menurut mantan Danjen Kopassus itu juga, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala terorisme, radikalisme, dan ekstremisme yaitu dengan membangun percepatan transformasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan, pemerintah harus segera membawa kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Rakyat tidak boleh menghadapi kekurangan dan kesulitan baik dari segi makanan hingga pekerjaan.

"Rakyat kita tidak boleh menghadapi keadaan kurang makan, tidak bisa punya pekerjaan dan tidak ada harapan, masa depan, dia tidak boleh. Kita harus hilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia dan insya Allah kita akan hilangkan radikalisme, ekstremisme dan terorisme," tuturnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral