News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Desak ASEAN Lebih Libatkan Masyarakat Sipil, Pengamat: Tak Ditemukan Malam Ini

Pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan bahwa dia berharap Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dapat lebih melibatkan kelomp
Kamis, 31 Agustus 2023 - 22:49 WIB
Pekerja merapikan bendera pada persiapan KTT ke-43 ASEAN di Plenary Hall, Jakarta Convention Center di Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat hubungan internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan bahwa dia berharap Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dapat lebih melibatkan kelompok masyarakat sipil dalam berbagai dialog dengan para pemangku kepentingan organisasi kawasan tersebut.

"Saya tidak menemukan tahun ini ada forum atau kesempatan massal bagi masyarakat sipil untuk bisa memberi masukan,” kata pendiri think-tank independen Synergy Policies, Dinna, di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dinna menuturkan para pemimpin ASEAN harus mengingat kembali organisasi kawasan itu tidak dibentuk hanya sebagai wadah dialog antara para pejabat pemerintah dan perwakilan masyarakat sipil tertentu, tetapi juga seluruh masyarakat ASEAN.

Bahkan menurut Dinna, ASEAN semakin jauh dalam melaksanakan Piagam ASEAN. Piagam ASEAN, yang ditandatangani pada 20 November 2007, memiliki beberapa tujuan, salah satunya meningkatkan interaksi antar masyarakat negara anggota ASEAN dan interaksi antara masyarakat dengan organisasi ASEAN.

Organisasi masyarakat sipil Asia Tenggara pada Kamis merilis pernyataan bersama menjelang KTT ke-43 ASEAN yang akan diselenggarakan pada 5-7 September di Jakarta.

Grup yang terdiri atas akademisi, think-tank, aktivis, para pemuda, dan kelompok masyarakat sipil di Indonesia dan Asia Tenggara itu menyampaikan keprihatinan mendalamnya terhadap ASEAN yang makin tidak sesuai dengan tujuan Piagam ASEAN.

Menurut mereka, para pemimpin ASEAN mengklaim telah melibatkan masyarakat sipil, tetapi kenyataannya tidak demikian. ASEAN justru tumbuh menjadi entitas yang elitis dan berpusat kepada negara dibandingkan entitas yang berpusat pada masyarakat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pemimpin ASEAN selama ini “memusatkan ASEAN” untuk mencapai konsensus di antara para pemimpin saja dan tidak mencapai tujuan sentralitas ASEAN, katanya.

"Kami menyerukan agar KTT ke-43 ASEAN dapat mengatasi tantangan ini di tengah dinamika global saat ini," tulis kelompok tersebut. (ant/aag)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT