News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat Bongkar Niat Teselubung Megawati Minta Bubarkan KPK, Begini Isi Analisanya

Baru-baru ini masyarakat dihebohkan soal pernyataan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnop
Selasa, 22 Agustus 2023 - 13:34 WIB
Pengamat Bongkar Niat Teselubung Megawati Minta Bubarkan KPK, Begini Isi Analisanya
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini masyarakat dihebohkan soal pernyataan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputi. Pasalnya, dia minta ke Presiden Jokowi bubarkan KPK, karena tak efektif berantas korupsi. 

Bahkan, pernyataan Megawwati pun menuai respons dari elite politik hingga Pengamat Hukum Tata Negara, Feri Amsari. Di mana dia membongkar niat terselubung hingga memaparkan analisisnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Feri Amsari melihat upaya Megawati untuk membubarka KPK sudah terencana sistematis. “Iya, bagi saya ada upaya bertahap untuk membubarkan KPK,” kata Feri ke awak media, Selasa, (22/8/2023).

Sambungnya menjelaskan, upaya pembubaran itu mulanya terlihat dari upaya merusak, baik dari dalam dengan memilih para komisionernya yang bermasalah, selanjutnya dirusak aturannya kemudian berujung digaungkan lewat politik.

“Pertama dirusak dulu komisionernya dengan dipilih orang-orang bermasalah, lalu kemudian dirusak undang-undangnya, lalu dipecat orang-orangnya, dan ujungnya setelah kerja-kerja mereka tidak efektif tentu saja ini bagian dari rencana maka disampaikanlah isu pembubaran. Maka saya yakin motif utamanya adalah membubarkan KPK. Dan, ini adalah rancangan tersistimatis untuk kemudian memastikan KPK tidak ada,” pungkas Feri. 

Maka dari itu, dia meragukan motif Megawati yang padahal terlibat dalam pendirian KPK, kini menyuarakan pembubaran lembaga superbody tersebut. 

Terlebih, dia katakan, PDIP merupakan partai terbesar di parlemen saat ini yang sebelumnya juga aktif menggaungkan merevisi undang-undang KPK. 

“Ketika megawati yang terlibat dalam upaya mendirikan KPK bicara pembubaran tentu orang merasa ini adalah kekecewaan Megawati. Padahal bukan tidak mungkin Megawati juga menentukan dari upaya pembubaran ini, karena bagaimanapun partainya adalah partai mayoritas di parlemen,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Megawati minta Jokowi bubarkan KPK gara-gara tidak efektif berantas korupsi.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengeluhkan soal banyaknya pejabat negara yang masih korupsi meskipun sudah ada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Awalnya, Megawati meminta pejabat negara maupun politikus untuk melihat ke masyarakat yang masih bernasib miskin agar mereka sadar untuk tidak melakukan korupsi.

“Hayo kalian pergilah ke bawah. Lihat noh rakyat yang masih miskin. Ngapain kamu korupsi? Akhirnya masuk penjara juga,” kata Megawati dalam pidatonya di acara BPIP di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023).

Menurut Megawati, persoalan saat ini adalah penegakan hukum di Indonesia yang kurang tegas kepada para koruptor.

“Bohong kalau enggak kelihatan. Persoalannya penegak hukumnya mau tidak menjalankan hukum di Indonesia ini yang sudah kita buat?,” ujarnya.

Megawati menyebut orang yang melakukan korupsi akan selalu ketahuan oleh aparat penegak hukum.

Akan tetapi, tinggal bagaimana sikap dari penegak hukum itu. Apakah ingin memprosesnya atau tidak memprosesnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun menceritakan pernah meminta kepada Jokowi agar membubarkan KPK. Pasalnya, kehadiran KPK terlihat tidak efektif dalam memberantas korupsi lantaran tetap banyak orang yang melakukan korupsi.

“Saya sampai kadang-kadang bilang sama Pak Jokowi, udah deh bubarin aja KPK itu Pak. Jadi menurut saya enggak efektif,” kata Megawati. (saa/nsi/aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral