News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mantan GAM Nyatakan Tak Terlibat Teror Bersenjata Api di Aceh, Siap Bantu Petugas Buru Pelaku

Kombatan Eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Meulaboh, dipastikan tidak terlibat dalam penyerangan Pos Polisi Sub Sektor Panton Rhe
Selasa, 2 November 2021 - 10:43 WIB
Mantan GAM Nyatakan Tak Terlibat Teror Bersenjata Api di Aceh, Siap Bantu Petugas Buru Pelaku
Sumber :
  • Tim Tvone/Chaidir

Aceh Barat – Berdasarkan hasil penelusuran pihak TNI dari Kodim 0105 Aceh Barat bersama polisi setempat serta Kombatan Eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Meulaboh, dipastikan tidak terlibat dalam penyerangan Pos Polisi Sub Sektor Panton Rhe. Aparat meyakini masih banyak senjata api ilegal yang disimpan oleh kelompok tertentu.
 
Panglima GAM wilayah Meulaboh, Ishak, mengatakan, jika ada kabar yang mengatakan adanya keterlibatan eks kombatan GAM pada penyerangan pos polisi di Panton Rhe, Aceh Barat, dipastikan tidak ada hubungan dengan pihaknya, Mereka juga berkomitmen membantu polisi mengungkap dalang tindakan kriminal tersebut.
 
“Jika ada yang berkata adanya eks GAM, itu persepsi pribadi mungkin, tapi kita cukup jelas, GAM dengan pemerintah Indonesia sama sama komit membangun Aceh ke depan dengan dilandasi MoU Helsinki,” ujar Ishak, Senin (2/11/21)
Eks GAM juga tidak tahu menahu soal kelompok kriminal tersebut, pihaknya meminta kepada kepolisian untuk segera mengungkap pelaku, agar masyarakat tahu siapa dalang dibalik penyerangan pos polisi tersebut.
 
Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Dimar Bahtera, mengungkapkan, tindakan kriminal penyerangan pos Polisi Sub Sektor Panton Rhe tersebut tidak ditemukan korelasi dengan pihak Eks GAM. Kasusnya juga masih dalam pengembangan pihak kepolisian, dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.
 
TNI meyakini bahwa di Aceh Barat, masih terdapat senjata api yang disimpan secara ilegal. Pihaknya juga terus melakukan deteksi dini, agar tidak ada lagi kelompok kriminal yang berbuat hal serupa hingga meresahkan masyarakat. 
 
“TNI dan Polri sebenarnya sama, kita menjaga stabilitas dan keamanan, terkait dengan adanya penembakan bersenjata itu sedang ditanggani pihak kepolisian. 
 
Tapi tidak hanya di Aceh, peredaran senjata api ini juga di daerah lain masih ada, yang terpenting tidak ada hubungannya dengan GAM,” terang Dimar.
 
Peristiwa itu murni kriminal, lanjut Dimar, pihak KPA turut membantu TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan.
 
Sehingga jika terdapat baik dari Eks GAM dan masyarakat lainnya yang membawa senjata untuk ditindak. “Karena hal itu tidak boleh dilakukan, kita saat ini sudah berada pada tahap negara yang tertib hukum dan aturan,” sebutnya.
 
Lebih lanjut dikatakan, serangkaian proses hukum yang sudah dilakukan aparat kepolisian juga akan mengungkap keberadaan pelaku serta senjata api yang digunakan saat peneyerangan pos polisi.
 
Pihak TNI terus mengajak para pihak yang masih menyimpan senjata api untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum, untuk menghindari prilaku menyimpang yang merugikan masyarakat banyak.
 
“Baik GAM atau sipil yang ada senjata untuk diserahkan, jika itu ada. Untuk sekarang kita tidak bisa menduga, karena saat ini masih berlangsung pemeriksaan,” ujarnya.
Menurutnya lagi kejadian itu tentu saja tanpa direncanakan, arahnya memang kriminalitas, yang jelas KPA sendiri sudah menyampaikan tidak ada hubungannya,” demikian lanjut Dimar. (Chaidir Azhar/Lno)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral