BKKBN Mengapresiasi Kampanye Jo Kawin Bocah di Jawa Tengah
- Humas BKKBN
"Pemerintah sedang berupaya pada 2 (dua) hal, yakni penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem", kata Menko PMK dalam sambutannya.
Diharapkan pada tahun 2024, penurunan prevalensi angka stunting bisa turun sesuai dengan target yang ditetapkan. Sedangkan angka kemiskinan ekstrem bia 0 (nol) persen.
"Saya sangat suka dengan cara pak gubernur tadi, dalam berdialog berkomunikasi dengan masyarakat membangkitkan semangat bersama untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Grobogan ini", ujar Muhajir Effendy.
"Sesuai arahan bapak Presiden Republik Indonesia, bahwa untuk memastikan penurunan stunting itu tepat, maka alat ukurnya harus tepat. Posyandu sedianya harus seragam memakai antropometri yang berstandart, untuk menimbang bayi dan baduta."
Serta rumah sakit-rumah sakit harus mempunyai alat USG yang juga berstandart untuk pengecekan bayi di dalam kandungan.
"Tiap bulan ibu hamil harus memeriksakan kondisi janinnya dengan alat USG, agar apabila ada masalah dalam kandungan bisa langsung diintervensi", tambah beliau.
Pelayanan MKJP dan Pemberian Bantuan Makanan Tambahan
Rangkaian Kegiatan Tausiyah Kebangsaan Bersama Mengatasi Stunting ini, juga dilakukan pelayanan kontrasepsi, khususnya kontrasepsi jangka panjang. Pada kesempatan ini, dokter Hasto sapaan akrab Kepala BKKBN ini turun langsung memasang implan pada akseptor. Diperoleh, sebanyak 31 akseptor yang memasang implan.
Lepas dari acara di Gedung Dewi Sri, Menko PMK Muhajir Effendy beserta Kepala BKKBN memberikan bantuan langsung yang berupa makanan tambahan kepada 3 keluarga yang beresiko stunting di rumah masyarakat.
Komitmen Jawa Tengah
"Jadi kita tadi sudah mendapatkan arahan dari Menko PMK dan Kepala BKKBN, sebenarnya kita bisa melaksanakan secara target. Remaja putri jangan menikah dini, begitu juga remaja laki-laki. Remaja putri apabila bisa menikah diatas usia 21 tahun, maka bisa mencegah pondasi terjadinya stunting. Perlu dipastikan pemberian tambahan tablet penambah darah kepada remaja puteri", ujar Ganjar.
"Selanjutnya apabila sudah memasuki usia matang, maka yang perlu dipastikan kembali adalah mengenai ibu hamil. Jawa Tengah mempunyai bandrol slogan Jo Kawin Bocah dan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, yang secara holostik dapat dilakukan bersama untuk mencegah terjadinya stunting", kata Gubernur Jawa Tengah ini.
Load more