Intip Mushola Unik di Desa Terawan Kalteng, Terbuat dari Kayu Ulin
- Didi Syachwani
"Saat saya berziarah ke makam guru sekumpul (ulama kondang kalimantan selatan), disitu saya bernazar, kalau usaha saya bisa pulih kembali, maka saya akan membangun tempat ibadah. Alhamdulillah do'a dari nazar saya terkabul," ucapnya dengan nada penuh syukur.
Sementara untuk desain bangunan yang menggambarkan keberagaman budaya tersebut, dirinya mengaku merupakan ide dari ia pribadi. Dimana ia berharap dengan desain bangunan ini, semua umat beragama bersatu dengan memegang teguh rasa kemanusiaan.
"Waktu pembangunan Mushola ini dibutuhkan selama tiga tahun untung merampungkan berbagai unsur kebudayaan di dalamnya. Yaitu ada unsur kebudayaan Jawa, Dayak dan Banjar," ungkapnya.
Dirinya berharap, dengan desain bangunan dan lokasi Mushola yang strategis di pinggir jalan besar ini agar memunculkan lebih banyak masyarakat yang mau mengelola Mushola ini bersama-sama.
"Paling tidak bisa kita buat tempat-tempat seperti madrasah kedepannya nanti. Terlebih tujuan lain kita membangun Mushola ini di pinggir jalan, agar bisa digunakan oleh masyarakat dari daerah lain yang kebetulan melakukan perjalanan dan ingin beristirahat serta melakukan ibadah bisa singgah di Mushola ini," sebutnya.
Menurutnya, kegiatan di Mushola As'salam selain ibadah lima waktu juga ada kajian rutin setiap malam Jum'at nya, serta anak-anak kecil juga belajar mengaji Al'Quran.
"Mushola ini bisa menampung sekitar 40 hingga 50 jemaah, semoga kedepannya bisa terus kita kembangkan lagi," tandasnya. DIDI SYACHWANI/Ner
Load more