- Instagram @official_cs27
Raih Dua Gelar Juara Dunia MotoGP Bersama Ducati dan Honda, Casey Stoner Ungkap Perbedaan yang Ia Rasakan
tvOnenews.com - Casey Stoner menjadi salah satu nama langka dalam sejarah MotoGP yang mampu meraih gelar juara dunia bersama dua pabrikan berbeda.
Pembalap asal Australia itu mencatatkan prestasi istimewa saat mengantar Ducati juara dunia MotoGP 2007.
Musim tersebut menjadi tonggak bersejarah karena Ducati langsung kompetitif berkat gaya balap agresif Stoner.
- Instagram @official_cs27
Ia mengoleksi sepuluh kemenangan dan 14 podium dari 18 balapan, jauh meninggalkan rekan setimnya.
Stoner bahkan menilai gelar bersama Ducati sebagai tantangan terberat sepanjang kariernya.
“Gelar mana yang lebih sulit? Ducati, tentu saja,” kata Stoner.
“Motornya sangat sulit dikendalikan,” lanjut juara dunia dua kali tersebut.
Menurut Stoner, setiap akhir pekan bersama Ducati terasa seperti pertarungan berat.
“Dengan Ducati, setiap akhir pekan seperti pertarungan... Sangat, sangat sulit untuk membuatnya bekerja dengan benar.” terangnya.
- Facebook/Casey Stoner
Ia juga menyinggung berbagai kendala teknis yang kerap muncul sepanjang musim.
“Jadi, itu lebih menegangkan. Kami mengalami kerusakan mesin dan hal-hal lainnya.” ujar Stoner.
Meski demikian, Stoner tetap mampu menjaga konsistensi dan tampil dominan dibanding pembalap Ducati lainnya.
Setelah empat musim membela Ducati, Stoner memilih hijrah ke Honda pada 2011.
Keputusan itu langsung membuahkan hasil manis dengan dominasi di musim debutnya. Ia meraih sepuluh kemenangan dan mengunci gelar MotoGP kedua bersama Honda.
“Di Honda, semuanya berjalan sesuai keinginan saya musim itu,” ujar Stoner.
“Tetapi pada saat yang sama, kejuaraan berjalan sangat, sangat lancar.” tambahnya.
Saat diminta memilih gelar paling bermakna, Stoner justru menunjuk Honda.
“Mungkin yang bersama Honda,” ucapnya.
Ia merasa kerja kerasnya bersama Ducati baru benar-benar diakui setelah pindah pabrikan.
Stoner menutup kariernya pada 2012 setelah menambah lima kemenangan bersama Honda. Legenda MotoGP itu pensiun di usia 27 tahun dengan warisan prestasi luar biasa.
(akg)