- REUTERS/Daniel Cole
McLaren Wajib Waspada! Aturan di F1 GP Qatar 2025 ini Bisa Menjadi Batu Sandungan Mereka
tvOnenews.com - McLaren harus mewaspadai aturan yang berlaku di gelaran F1 GP Qatar 2025 pada akhir pekan ini.
Pasalnya, pada gelaran F1 GP Qatar 2025 seluruh pembalap diwajibkan melakukan dua kali pit stop.
Pirelli selaku penyuplai ban F1 2025 menjelaskan kalau setiap set ban hanya dapat menyelesaikan maksimal 25 putaran.
- REUTERS/Daniel Cole
Itu sudah termasuk lap dibawah Safety Car atau Virtual Safety Car.
F1 GP Qatar yang memiliki 57 putaran, semua pembalap memang sudah harus melakukan setidaknya dua pit stop pada hari Minggu. Sehingga hal ini bukan aturan yang aneh di Qatar.
Sebelumnya untuk Grand Prix Qatar 2023, durasi stint bahkan dibatasi hanya 18 lap karena kekhawatiran kerusakan ban akibat kerb di trek, yang membuat dinding samping ban hancur.
Kondisi tersebut pun membuat F1 GP Qatar 2025 harus berlangsung dengan tiga pitstop.
"Di Qatar, akan diberlakukan batasan jumlah putaran yang dapat ditempuh setiap set ban selama seluruh akhir pekan balapan,:" terang Pirelli.
"Keputusan ini, yang telah disetujui bersama FIA dan Formula 1 serta dibahas dalam pertemuan rutin dengan tim-tim, dikonfirmasi hari ini oleh Pirelli melalui dokumen teknis standar yang berisi instruksi khusus untuk setiap acara yang dikirimkan dua minggu sebelum setiap Grand Prix," lanjutnya.
"Setiap set ban yang dipasok kepada tim pada awal akhir pekan balapan dapat menempuh maksimal 25 putaran di trek Lusail, yang sangat menuntut ban dalam hal energi, tekanan termal, dan keausan," jelasnya.
Kondisi tersebut pun diyakini bisa menghambat McLaren yang dikenal dengan kekuatan utama mereka musim ini adalah degradasi ban.
Setiap kali kondisi panas atau ban rentan terhadap panas berlebih, mobil MCL39 sering kali unggul, seperti yang terjadi di Bahrain, Miami, atau Mexico City.
Meskipun Red Bull telah membuat kemajuan signifikan sejak jeda musim panas, McLaren masih memiliki keunggulan di area ini.
Pembatasan panjang stint membuat fleksibilitas dalam hal strategi berkurang, sehingga balapan lebih terfokus pada performa murni daripada manajemen ban.