- Facebook/MotoGP
Pedro Acosta Ngaku Tak Keberatan Satu Tim dengan Marc Marquez: Ducati Fix Depak Francesco Bagnaia?
Jakarta, tvOnenews.com - Rising star MotoGP, Pedro Acosta, menunjukkan sikap dewasa saat menanggapi rumor yang mengaitkannya dengan Marc Marquez. Menurut pembalap Red Bull KTM itu, berbagi garasi dengan sang legenda bukan ancaman, tapi justru peluang emas untuk belajar dari yang terbaik.
Dalam beberapa pekan terakhir, masa depan Acosta memang jadi bahan pembicaraan panas di paddock MotoGP. Namanya dikaitkan dengan sejumlah tim besar, termasuk Ducati Lenovo, tempat Marc Marquez kini bernaung.
- Facebook/MotoGP
Beberapa sumber menyebut Ducati saat ini tengah mempertimbangkan untuk mendepak Francesco Bagnaia. Acosta berada dalam daftar teratas untuk menggantikan peran rider asal Italia tersebut.
Meski baru menjalani musim debut di kelas premier, Acosta sudah mencuri perhatian banyak pihak. Gaya balap agresif dan mental tanpa takutnya membuat publik menilai ia bakal jadi penerus generasi emas Spanyol di MotoGP.
Sepanjang musim 2025, pembalap berusia 21 tahun itu tampil cukup konsisten. Ia telah mengoleksi 260 poin dan menempati peringkat kelima klasemen sementara, hasil dari empat kali naik podium meski belum mencicipi kemenangan utama.
Dengan performa stabil seperti itu, tak heran Acosta mulai dilirik banyak pabrikan top. Rumor paling santer menyebut dirinya bisa satu garasi dengan Marc Marquez di musim mendatang jika situasi bursa transfer berujung kejutan.
Ketika diminta pendapatnya soal potensi jadi rekan setim Marquez, Acosta justru menanggapinya dengan tenang. Ia menilai punya kesempatan belajar langsung dari sang maestro adalah hal berharga yang tak bisa dibeli.
“Marc Márquez sudah menorehkan sejarah luar biasa di olahraga ini,” ujar Acosta dikutip dari Motosan, Sabtu (8/11/2025). “Punya sembilan kali juara dunia di sisi garasi? Saya rasa itu keuntungan besar, bukan masalah.”
Acosta mengaku tak takut tersingkir dalam bayang-bayang seniornya itu. Ia justru merasa motivasinya akan berlipat ganda bila harus mengimbangi performa Marquez di lintasan.
- Antara
“Bersaing dengan pembalap sekelas Marc justru membuat saya berkembang lebih cepat,” katanya. “Tapi saya sadar, belum pantas bicara banyak karena saya sendiri belum pernah menang balapan.”
Meski begitu, Acosta tak menampik bahwa Marquez tengah berada di fase luar biasa. Ia menyebut Marquez tampil seperti di masa keemasannya bersama Honda dulu, tapi kini lebih matang dan lebih cepat dengan motor Ducati.
“Saya pikir Marc sedang berada di level terbaiknya saat ini,” ujar Acosta. “Atau mungkin ini momen terbaik kedua dalam kariernya, tapi yang jelas, dia masih yang paling berbahaya di grid.”
Bagi Acosta, menjadi rekan setim Marquez bukan soal tekanan, tapi pembuktian diri. Ia ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga bisa berbagi panggung dengan para legenda tanpa rasa gentar.
(aes)