- Instagram - UFC
Jelang Hadapi Justin Gaethje, Ilia Topuria Sesumbar soal Arman Tsarukyan: Pertarungan Mudah bagi Saya
tvOnenews.com - Persaingan panas di divisi ringan UFC semakin memanas setelah juara bertahan Ilia Topuria kembali melontarkan psywar kepada rivalnya, Arman Tsarukyan.
Kedua petarung elite tersebut memang sudah beberapa kali saling sindir sejak Topuria merebut gelar kelas ringan pada ajang UFC 317 pada Juni lalu setelah mengalahkan Charles Oliveira.
Sementara itu, UFC baru saja mengumumkan agenda besar bertajuk UFC Freedom Fights 250 yang akan digelar di White House pada 14 Juni 2026.
- Instagram/Ilia Topuria
Ajang tersebut menjadi spesial karena merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat, sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump.
Meski menghadirkan sejumlah duel besar, penggemar kemungkinan harus menelan kekecewaan karena beberapa nama besar tidak tercantum dalam daftar pertarungan.
Nama-nama seperti Conor McGregor, Jon Jones, hingga juara dominan kelas ringan sebelumnya Islam Makhachev tidak masuk dalam fight card.
Sebagai gantinya, duel utama akan mempertemukan Ilia Topuria dengan Justin Gaethje dalam perebutan gelar kelas ringan.
Sementara itu, laga pendamping utama (co-main event) akan menampilkan perebutan sabuk kelas berat interim antara Alex Pereira dan Ciryl Gane.
Topuria yang memiliki rekor sempurna 17-0 dikenal sebagai juara dua divisi, yakni kelas bulu dan kelas ringan. Petarung asal Spanyol itu juga dianggap sebagai salah satu petarung dengan kemampuan knockout paling berbahaya di UFC.
Sebelumnya, Topuria naik dari divisi kelas bulu pada Juni lalu dan langsung merebut gelar kelas ringan dengan kemenangan KO ronde pertama atas Charles Oliveira.
Setelah menggantikan posisi Islam Makhachev sebagai juara, banyak pihak menyarankan agar pertahanan gelar pertamanya dilakukan melawan penantang peringkat satu, Arman Tsarukyan.
Namun, situasi berubah setelah Justin Gaethje berhasil mengalahkan Paddy Pimblett dan merebut gelar interim, sehingga membuka jalan untuk duel penyatuan gelar melawan Topuria.
Situasi tersebut tampaknya justru menguntungkan bagi Topuria. Pasalnya, dalam beberapa kesempatan sebelumnya ia secara terang-terangan menyatakan tidak tertarik menghadapi Tsarukyan.
Bahkan, petarung berjuluk “El Matador” itu pernah mengatakan lebih baik melepas gelar daripada harus bertarung melawan rival asal Armenia tersebut.
Dalam sebuah siaran langsung di platform milik streamer Adin Ross, Ilia Topuria kembali menegaskan pandangannya terhadap Tsarukyan. Ia bahkan menyebut lawannya itu bukan tantangan terberat yang pernah ia hadapi di Octagon.
“Apakah Tsarukyan merupakan tantangan terberat saya? Sama sekali tidak,” kata Topuria. “Saya sudah pernah menghadapi tantangan terberat saya sebelumnya.”
Ia kemudian menyoroti beberapa kekalahan yang pernah dialami Tsarukyan sepanjang kariernya.
“Dia kalah dari Islam. Dia kalah dari (Mateusz) Gamrot. Dia KO di awal kariernya. Dan dia sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pertarungan. Dia hanya menyelesaikan pertarungan ketika lawannya kelelahan, dan dia langsung naik ke tanah dan melakukan ground and pound dan semua itu."
Topuria juga menilai Tsarukyan akan kesulitan jika menghadapi lawan yang memiliki persiapan matang dan stamina kuat.
“Tetapi jika dia menghadapi seseorang yang benar-benar memiliki persiapan yang matang, memiliki stamina yang bagus, dia tidak akan takut jika sampai ke pertarungan di lantai, dia akan menderita,” tambah Topuria.
Tak berhenti di situ, petarung berusia 29 tahun tersebut bahkan menyebut pertarungan melawan Tsarukyan akan menjadi duel yang mudah baginya.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram Instagram/arm_011 / Youtube Mr. Caf Oke
“Arman, mudah saja. Karena dia akan panik. Denganku, dia akan panik. Apa yang akan dia lakukan? Aku selalu bilang, saat aku di kamp pelatihan, aku tahu bagaimana rasanya sakit. Aku tahu bagaimana rasanya lelah. Aku tahu bagaimana rasanya merasa tidak bisa berbuat lebih banyak, tapi tetap melakukannya.”
“Aku tahu tentang diriku sendiri bahwa tidak ada situasi di mana aku akan menyerah… Kau harus membunuhku. Dan kau tahu apa, aku mencintai hidupku, dan aku belum siap untuk mati.”
Meski psywar antara keduanya terus memanas, banyak pengamat menilai duel Topuria melawan Tsarukyan kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi di Octagon.
Setelah menghadapi Justin Gaethje dalam duel penyatuan gelar kelas ringan pada musim panas ini, Topuria diperkirakan akan kembali naik divisi untuk mencari tantangan baru di kelas yang lebih berat. (ind)