- Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS
Meski Dominasi Pimblett, Robert Whittaker Ungkap Alasan Ragukan Peluang Justin Gaethje Hadapi Ilia Topuria
tvOnenews.com - Justin Gaethje sukses merebut sabuk Interim UFC setelah menaklukkan Paddy Pimblett dalam pertarungan lima ronde di T-Mobile Arena, Amerika Serikat, Minggu (25/1/2026) siang WIB.
Dalam ajang UFC 324 tersebut, Gaethje tampil dominan, khususnya dalam duel striking.
Tekanan agresif yang dilancarkannya membuat Pimblett, yang dikenal dengan julukan “The Baddy”, mengalami luka berdarah sepanjang laga.
- Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS
Hasil akhirnya, Gaethje dinyatakan menang melalui keputusan mutlak juri dengan skor 48-47, 49-46, dan 49-26.
Kemenangan ini memastikan Justin Gaethje melangkah sebagai penantang berikutnya untuk menghadapi Ilia Topuria dalam laga penyatuan gelar kelas ringan UFC.
Sejak awal pertarungan melawan Pimblett, Gaethje langsung tampil agresif dan mampu menjatuhkan lawannya dua kali, menegaskan bahwa kemampuan striking miliknya tetap menjadi ancaman serius.
Meski dikenal sebagai petarung yang terbiasa dengan laga keras, Gaethje justru mendapat peringatan dari Robert Whittaker agar tidak mengandalkan strategi serupa saat menghadapi Topuria.
Robet Whittaker sendiri merupakan mantan juara interim kelas menengah UFC, yang juga dikenal lewat pertarungan epiknya melawan Israel Adesanya.
“Kemampuan striking Ilia jauh di atas semua orang di UFC,” ujar Whittaker dalam podcast MMArcade miliknya.
“Kemampuan gulat dan jiu-jitsu-nya juga mumpuni. Pengaturan waktunya, instingnya, instingnya untuk menyerang, serangan baliknya – dia akan membuatmu membayar setiap langkah yang kamu ambil. Ini pertarungan yang sulit.” terangnya.
Whittaker menilai bahwa pendekatan yang digunakan Gaethje saat melawan Pimblett belum tentu efektif untuk menghadapi Topuria.
“Situasi di kubu Gaethje harus berubah agar pertarungan menjadi kompetitif saat ini. Gaethje yang bertarung melawan Paddy tidak akan mengalahkan Ilia saat ini, tetapi bukan berarti kita akan melihat Gaethje yang sama ketika dia bertarung melawan Ilia. Saya pikir itu hanyalah rencana Paddy untuk membuat pertarungan menjadi seperti anjing.”
Sementara itu, Ilia Topuria yang tengah menghadapi persoalan hukum dengan mantan istrinya, menyatakan bahwa dirinya berencana kembali bertarung antara bulan April hingga Juni. Petarung asal Georgia-Spanyol tersebut diperkirakan akan menjalani laga penyatuan gelar kelas ringan melawan Justin Gaethje sebagai pertarungan berikutnya. (ind)