- Instagram.com/@kingryan
Transformasi Tubuh Ryan Garcia Jelang Lawan Mario Barrios, Mantan Juara Tinju Kini Makin Kekar
Jakarta, tvOnenews.com - Menilik transformasi tubuh Ryan Garcia, di mana mantan juara tinju kelas ringan tersebut makin kekar jelang comeback melawan Mario Barrios.
The Ring Magazine dan DAZN resmi mengumumkan bahwa Ryan Garcia (24-2, 20 KO, 1 NC) resmi comeback di atas ring tinju dan akan berduel melawan Mario Barrios (29-2-2, 18 KO).
Duel antara Barrios vs Garcia akan memperebutkan gelar juara kelas welter WBC milik Barrios, yang digelar di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat pada 21 Februari 2026 mendatang.
"Pertarungan Mario Barrios vs Ryan Garcia akan menjadi laga utama 'The Ring: High Stakes' pada 21 Februari," ungkap The Ring Magazine pada Selasa (13/1/2026).
Sebelumnya King Ryan memang membocorkan bahwa dirinya bakal segera comeback, karena intens melakukan latihan fisik yang ia unggah di akun Instagram pribadinya.
Meski telah lama tak bertarung, namun Garcia tetap rutin menjaga kebugaran fisiknya apalagi beberapa waktu terakhir. Hal ini pun membuat dirinya mengalami transformasi tubuh yang menyita perhatian pecinta tinju dunia.
Berdasarkan sejumlah foto yang dirilis di akun Instagram pribadinya, Garcia nampak lebih kekar dari sebelumnya. Di mana otot perut dan tangannya terlihat lebih tegas dan dirinya juga lebih ramping.
Sementara itu, sebenarnya duel tinju dunia antara Barrios vs Garcia telah direncanakan sejak November 2025 lalu, atau tepat setelah WBC resmi mencabut sanksi kepada King Ryan akibat perilaku rasisme dan penghinaan terhadap agama Islam.
Ryan Garcia memang sempat mendapatkan hukuman dari WBC, di mana organisasi tinju ternama dunia itu mengeluarkan Garcia dari segala aktivitas apa pun dalam organisasi itu pada Juli 2024.
Sanksi tersebut diberikan karena Garcia beberapa kali melontarkan hinaan rasial terhadap orang kulit hitam dan agama Islam di media sosial. Hal yang tak pantas dilakukan oleh seorang atlet yang memiliki pengaruh besar.
Sebelumnya Garcia juga mendapatkan ganjaran berupa skorsing selama 1 tahun dari Komisi Atletik Negara Bagian New York karena dinyatakan positif menggunakan obat peningkat performa atau ostarine.