news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Selebrasi Alwi Farhan usai kalahkan Li Shi Feng di Semifinal Swiss Open 2026.
Sumber :
  • PBSI

Bukan soal Teknik, Pelatih Tunggal Putra Bongkar Kelemahan Alwi Farhan Usai Gagal Bawa Gelar Juara di Turnamen Tur Eropa

Performa menjanjikan Alwi Farhan sepanjang tur Eropa 2026 ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah besar.
Rabu, 25 Maret 2026 - 21:11 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Performa menjanjikan Alwi Farhan sepanjang tur Eropa 2026 ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Meski tampil impresif di sejumlah turnamen, kelemahan utama Alwi justru bukan terletak pada aspek teknik.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Pelatih Tunggal Putra Utama PP PBSI, Indra Wijaya, yang menilai persoalan utama Alwi ada pada konsistensi performa, terutama saat menghadapi tekanan di level elite dunia.

Selebrasi Alwi Farhan usai kalahkan Li Shi Feng di Semifinal Swiss Open 2026
Sumber :

Sepanjang tur, Alwi mencatat hasil positif dengan menembus perempat final All England serta finis sebagai runner-up Swiss Open. Ia bahkan mencuri perhatian usai menyingkirkan unggulan pertama asal China, Li Shifeng, di semifinal.

Namun, performa tersebut belum mampu dipertahankan hingga laga puncak. Di final Swiss Open, Alwi harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Yushi Tanaka, setelah tampil di bawah performa terbaiknya.

“Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” ujar Indra.

Indra menegaskan bahwa faktor fisik menjadi sangat penting di tengah padatnya jadwal turnamen internasional. Tanpa kondisi prima, sulit bagi pemain untuk menjaga level permainan secara stabil.

Selain itu, aspek non-teknis seperti kontrol emosi juga dinilai menjadi pembeda di level tertinggi. Dalam situasi tertekan, pemain dituntut tetap tenang dan mampu mengambil keputusan yang tepat.

Tak kalah penting, faktor pemulihan kondisi juga menjadi sorotan. Indra menilai recovery yang kurang optimal bisa berdampak langsung pada penurunan performa, terutama saat memasuki fase krusial turnamen.

“Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting agar performa bisa tetap stabil,” katanya.

Dengan berbagai evaluasi tersebut, Indra berharap pengalaman Alwi di tur Eropa bisa menjadi bekal penting untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan daya saing di level elite dunia.

(aes)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:43
01:19
03:01
01:27
02:53
04:11

Viral