- ANTARA/HO-PBSI
Kalahkan Ganda Denmark, Jafar/Felisha Tatap Partai Penentuan Lolos ke BWF World Tour Finals 2025
Jakarta, tvOnenews.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu berhasil menjaga peluang lolos ke ajang BWF World Tour Finals 2025.
Hal itu terjadi usai Jafar/Felisha meraih kemenangan di babak delapan besar Australian Open 2025. Jafar/Felisha menang atas pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.
- PBSI
Seperti diketahui, perolehan poin saat ini membuat Jafar/Felisha memiliki kans untuk lolos ke ajang BWF World Tour Finals 2025. Syaratnya, mereka harus meraih hasil yang lebih baik dari Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat.
Menariknya, kedua pasangan akan saling berhadapan di babak semifinal. Ya, Jafar/Felisha akan melawan Oupthong/Sudjaipraparat di babak berikutnya.
Dengan demikian, pertandingan semifinal besok akan menjadi penentuan bagi kedua pasangan.
Selain memperebutkan tiket ke final, Jafar/Felisha dan Oupthong/Sudjaipraparat akan saling sikut untuk tiket ke BWF World Tour Finals tahun ini.
Kemenangan atas Christiansen/Boje di babak delapan besar tentu jadi modal positif. Penampilan apik di babak delapan besar diyakini bakal membuat ganda campuran Pelatnas Cipayung itu lebih percaya diri di babak semifinal nanti.
Selain Jafar/Felisha, satu wakil Indonesia lain juga masih dalam perburuan tiket ke BWF World Tour Finals 2025. Mereka adalah pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Peluang Fajar/Fikri untuk lolos menjadi lebih besar setelah berhasil melaju ke Semifinal Australian Open 2025. Seperti diketahui, saat ini Fajar/Fikri tengah bersaing dengan tiga pasang ganda putra lain.
Mereka adalah Lee Jhe Huei/Yang Po-hsuan dan Lee Fang Chih/Lee Fang Jen asal Taiwan dan Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren dari Thailand.
Melihat perjalanan ketiganya yang sudah terhenti, Fajar/Fikri hanya perlu meraih gelar juara untuk memastikan zona aman lolos ke BWF World Tour Finals 2025.
Namun sebelum itu, Fajar/Fikri terlebih dulu harus melakoni perang saudara melawan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
(aes)