- Tangkapan Layar KOVO
AI Peppers Terancam Bubar, Klub Fokus Cari Investor Baru Dengan Syarat Khusus KOVO
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari klub Liga Voli Korea Selatan, AI Peppers. Klub yang baru saja mengalami kebangkitan di musim 2025-2026 ini justru terancam bubar.
AI Peppers menyelesaikan kompetisi V-League 2025-2026 di peringkat keenam klasemen akhir dengan catatan 16 kemenangan dan 20 kali kalah. Bahkan untuk pertama kalinya AI Peppers menembus 47 poin dalam satu musim.
AI Peppers pun kini fokus untuk mencari investor baru demi mengakuisisi klub. Secercah harapan mulai muncul setelah adanya perusahaan yang menyatakan minat untuk mengakuisisi klub.
Dilansir dari laman Namdo News, informasi ini dikonfirmasi oleh pihak internal klub, meski prosesnya masih berada di tahap awal.
“Memang benar ada perusahaan yang menyatakan minat untuk mengambil alih klub. Namun saat ini masih tahap sangat awal, sehingga belum ada pembahasan detail yang bisa disampaikan,” ujar salah satu perwakilan klub, dikutip Kamis (23/4/2026).
Saat ini, komunikasi antara kedua pihak baru sebatas pertukaran informasi dasar. Belum ada pembahasan mendalam terkait nilai akuisisi maupun rencana jangka panjang.
Identitas perusahaan yang berminat pun masih dirahasiakan. Belum diketahui apakah calon investor tersebut berasal dari wilayah Gwangju, lokasi kandang klub saat ini, atau justru dari luar daerah. Spekulasi pun berkembang, namun belum ada konfirmasi resmi.
Munculnya calon pembeli ini dinilai sebagai sinyal positif di tengah krisis yang melanda tim. Jika proses akuisisi berjalan lancar, peluang untuk menyelamatkan klub dari pembubaran terbuka lebar.
Namun, ada satu isu besar yang menjadi perhatian utama, yakni soal lokasi markas tim. Sejumlah kota seperti Jeonju dan Gumi sempat dikabarkan tertarik menjadi kandang baru, meski belakangan belum menunjukkan langkah konkret.
Pemerintah Kota Gwangju sendiri masih berharap tim tetap bertahan di wilayahnya.
“Prioritas utama saat ini adalah menemukan investor baru. Jika sudah ada kejelasan soal pengelola, kami akan berupaya maksimal agar klub tetap bermarkas di Gwangju,” ujar pejabat setempat.
Dukungan serupa juga datang dari Korea Volleyball Federation (KOVO), yang menegaskan pentingnya menjaga identitas klub.
“Siapa pun yang mengambil alih klub, kami berharap tetap mempertahankan Gwangju sebagai markas,” ujar perwakilan KOVO.
Namun waktu menjadi faktor krusial dalam proses ini. Batas akhir pendaftaran pemain untuk musim baru ditetapkan pada 30 Juni. Jika hingga saat itu belum ada kepastian pemilik baru, maka klub berisiko tidak bisa membentuk skuad.
Situasi semakin sulit setelah dua pemain bintang, Park Jeong-ah dan Lee Han-bi, hengkang melalui skema transfer. Kondisi ini membuat kekuatan tim semakin menurun.
Selain itu, proses perekrutan pemain asing dan kuota Asia juga terhenti akibat ketidakjelasan status klub. Bahkan agenda latihan dan pemanggilan pemain pun ditunda tanpa batas waktu.
Jika kondisi ini terus berlarut, bukan hanya AI Peppers yang terdampak, tetapi juga kompetisi liga secara keseluruhan.
Kini, nasib klub sepenuhnya bergantung pada kecepatan negosiasi dengan calon investor. Apakah AI Peppers bisa diselamatkan dan tetap bertahan di Gwangju, atau justru harus menghilang dari peta bola voli Korea Selatan, masih menjadi tanda tanya besar.