- Antara
Sebelum Yeum Hye-seon ke Indonesia, Media Korea Ini Sudah Prediksi Megawati Hangestri Pasti Comeback ke V League
tvOnenews.com - Bintang Voli Indonesia, Megawati Hangestri belakangan kembali mendapatkan sorotan dari sejumlah media Korea terkait isu Comebacknya ke negeri ginseng.
Isu tersebut sempat muncul saat berakhirnya babak reguler Liga Voli Korea pada pertengahan bulan Maret lalu.
Di saat bersamaan, Proliga 2026 juga memasuki fase final four dan akan segera berakhir.
- Antara
Hal itu lah yang memunculkan spekulasi jika mantan klub Megawati Hangestri yakni Red Sparks, sudah mulai menyusun rencana besar untuk musim depan.
Banyak pihak jika Red Sparks akan kembali mendatangkan Megawati Hangestri untuk V League musim depan.
Sayangnya, sejumlah media korea menyebut jika Mega memprioritaskan pemulihan cedera lutut dan tidak akan kembali ke Liga Voli Korea musim depan.
Namun, baru-baru ini sejumlah isu Megawati Hangestri kembali ke Korea kembali berhembus.
Kabar ini kembali mencuat setelah kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon dan agen Megawati Hangestri di Korea, Kim Sung-hoon, mengunjungi Indonesia akhir pekan kemarin.
Pertemuan itu disinyalir berhasil mengubah keputusan Megawati yang kini tertarik untuk kembali ke V League musim depan.
- Instagram @luminous___y03
Mencuatnya kabar itu pun seakan membuktikan prediksi dari salah satu Media Korea Selatan, Yonhap News, yang sejak jauh-jauh hari mengatakan jika peluang Mega kembali ke V league masih terbuka lebar.
Dalam salah satu artikelnya pada akhir bulan Maret lalu, Yonhap news menyebut jika momen kunjungan Yeum Hye-seon ke Indonesia itu akan dimanfaatkan agen Megawati Hangestri untuk membahas peluang kembali ke Korea di masa mendatang.
"Karena Mega diperkirakan akan kesulitan kembali ke panggung Korea pada musim 2026-2027 mendatang, agennya menemaninya dalam kunjungan ini untuk membahas rencana masa depannya untuk musim mendatang," tulis Yonhap News.
Kini, dengan isu Mega telah berubah pikiran dan tertarik kembali ke V league menjadi bukti jika prediksi media Korea itu terbukti tepat.
(akg)