- PBVSI
Dari Korea, Turki, hingga Proliga: Siapa Sangka Gaji Megawati Hangestri Sebelum Main di Red Sparks Segini
Nama Megawati tetap harum di Korea meski sudah lama meninggalkan Red Sparks. Prestasi yang ia tinggalkan termasuk runner-up KOVO Cup dan V-League, menjadi top skor dua musim berturut-turut, serta menerima tiga penghargaan MVP dari KOVO.
Tak heran jika ia masuk dalam jajaran pemain termahal Red Sparks, dengan gaji USD 100 ribu (Rp1,6 miliar) di musim pertamanya dan naik menjadi USD 150 ribu (Rp2,4 miliar) pada musim kedua, belum termasuk bonus prestasi dan brand ambassador.
Di Proliga 2024, gaji Megawati juga meningkat signifikan, mencapai Rp300–500 juta per musim saat memperkuat Jakarta BIN. Namun, sebelum menikmati penghasilan tersebut, Megawati pernah menghadapi masa-masa sulit.
Saat masih berstatus pemain junior di klub Bank Jatim, Mega harus menjalani berbagai tugas kecil seperti membawa air mineral, handuk, ice box, dan bola, karena kakak-kakaknya sudah pro dan masuk line up Proliga.
“(Tahun) 2012 aku baru ikut Proliga (tidak masuk line up),” kenangnya.
Meski masih muda, Megawati harus melalui proses berat sebelum dipromosikan ke tim senior Bank Jatim.
“Karena aku punya potensi tinggi, terus badan aku kayak profesional gitu kan, terus aku punya spike udah lumayan kenceng pas SMP,” ungkapnya.
“Cuma aku kurang jam terbang aja jadi disuruh latihan terus, ikut kakak-kakak jadi bisa ngerti.” tambahnya.
Gajinya saat itu pun sangat kecil, bahkan tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
“Udah dikontrak (Bank Jatim), digaji. Eh tapi gaji pertama 250 (ribu) bayangin,” papar Megawati, melansir dari YouTube Sport77 Official.
Meski berpenghasilan pas-pasan, ia menerima kondisi tersebut sebagai bagian dari perjuangan menuju karier profesional.
“Itu (jumlahnya) kecil, aku nyuci sendiri, belum naik angkot. Namanya perjuangan, jadi ya gak apa-apa,” ucap Megatron. (ind)