- PBVSI
Baru Kelar Proliga 2025, Megawati Hangestri Tiba-tiba Bicara soal Perbedaan Mencengangkan antara Voli Korea dengan Indonesia
tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi merasakan bermain di dua Liga yang berbeda dalam musim ini, Proliga 2025 dan juga Liga Voli Korea musim 2024/2025.
Proliga 2025 resmi berakhir, Jakarta Pertamina Enduro keluar sebagai juara Grand Final Proliga 2025.
Jakarta Pertamina Enduro, tim yang perkuat oleh Junaida Santi dan bintang voli dunia Jordan Thompson itu berhasil mengalahkan Popsivo Polwan dengan tiga set langsung (26-24, 25-22, 15-16) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (10/5/2025).
- Instagram @petro_voli
Membuat Popsivo Polwan menjadi runner-up Proliga 2025. Megawati Hangestri mempersembahkan juara ketiga Proliga 2025 untuk Gresik Petrokimia.
Kepastian itu didapat usai Gresik Petrokimia berhasil mengalahkan Jakarta Electric PLN dengan skor 3-1 (25-15, 10-25, 25-20, 25-21) di GOR Amongrogo Yogyakarta, Sabtu (10/5/2025).
Sebelum menjalani musim keduanya di Liga Voli Korea atau V-Leagye dengan membela Red Sparks, Megawati Hangestri berhasil meraih gelar Proliga pertamanya dengan Jakarta BIN musim 2024.
Nama Megawati Hangestri menjadi sangat populer di Liga Voli Korea atau V-League, setelah pertama kali diperkenalkan oleh Jung Kwan Jang Red Sparks.
Megawati Hangestri dan Giovanna Milana merupakan pemain Kuota Asia dan Kuota Asing yang didatangkan oleh Red Sparks pada musim 2023/2024.
Megatron (julukan Mega) terpilih melalui draft kuota pemain Asia bersama pevoli Asia lainnya seperti Pornpun Guedpard (IBK Altos), Reina Tokoku (Pink Spiders), dan Wipawee Srithong (Hyundai Hillstate), Mar-Jana Philips (AI Peppers).
Setelah resmi direkrut oleh klub Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks, atlet voli kebanggaan Indonesia Megawati Hangestri tercatat sebagai pemain asing berhijab pertama yang bermain di Liga Voli Korea Selatan.
Duet Mega-Gia menjelma sebagai mesin pencetak poin bagi tim. Ditambah sosok sang kapten dan pemain senior di tim yakni Lee So-young.
Alhasil trisula maut Red Sparks terbentuk dan menjadi momok menakutkan bagi tim lawan, bahkan sisi pertahanan mereka juga sama baiknya dengan offensif-nya.
Ada juga setter yang berpengalaman di timnas voli putri Korea Selatan, Yeum Hye-seon menjadi pemain penting mengatur arah serangan berkat umpan-umpannya.
Pevoli asal Jember itu juga berhasil menyabet gelar MVP putaran pertama Liga Voli Korea atau V-League dan terpilih dalam jajaran pemain All Star Liga Voli Korea di musim pertamanya.
Tak cukup sekali, pada musim keduanya Mega kembali terpilih sebagai pemain All Star Liga Voli Korea musim 2024-2025.
Ko Hee-jin membentuk senjata baru di Red Sparks, menemukan pengganti Giovanna Milana dan Lee So-young.
Pelatih termuda di V-League itu menduetkan Megawati Hangestri bersama Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju.
Terbukti secara perlahan, trio MVP (Mega, Pyo Seung-ju, Vanja Bukilic) menjadi senjata mematikan bagi Red Sparks.
Megawati Hangestri menuliskan sejarah baru bagi Red Sparks dalam meraih 13 kemenangan beruntun, melampaui rekor tim sebelumnya yang hanya 8 kemenangan beruntun.
Pemain timnas voli putri Indonesia ini juga terpilih sebagai MVP dua kali secara beruntun (Putaran ketiga dan Keempat V-League 2024-2025).
Dalam voting, Mega berhasil mengalahkan rival sekaligus idolanya yakni Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung.
Tak hanya itu, Megawati Hangestri berhasil membawa tim berjuluk Red Force itu runner-up Liga Voli Korea usai bertarung 5 game melawan Pink Spiders yang diperkuat oleh Kim Yeon-koung.
Megatron beri pengakuan jujur soal perbedaan Voli di Korea dan Indonesia
Di sisi lain, Megawati Hangestri mengungkapkan perbedaan gaya bermain Voli di Indonesia dengan Korea Selatan.
Menurutnya, tempo permainan di Korea itu lebih cepat sehingga membuatnya harus beradaptasi dalam sisi fisik maupun mental.
"Kalau di sini (Korea) kayak orang-orang cepat banget, pergerakan main voli cepet. Mungkin sama tapi dari bolanya kayak (cepat) dan orang-orangnya," ujarnya dilansir dari Korea Reomit.
"Orang di luar Voli aja cepet-cepet, orang Korea, heran juga aku," ujarnya soal Culture Shock selama di Korea.
- KOVO
Meski terbilang sudah sukses di Liga Voli Korea dengan membela Red Sparks selama dua musim, Megawati Hangestri tetap rendah hati dan memberikan pesan kepada para juniornya yang ingin mengikuti jejak bermain abroad.
"Tetap semangat latihannya, jangan males-males ya," ucapnya.
"Kalau kamu nggak berprestasi di Voli, di luar pun nggak masalah sih, apapun tempatmu nyamanmu, tetap tekuni pilihanmu walaupun capek. Nanti kamu bakal tahu hasilnya," pungkasnya.
"Hasilnya nggak sekarang, ka besok, tahun depan, 2 tahun lagi, atau satu bulan lahgi kan nggak tahu. Apa yang kita tanam pasti kita akan tuai," tutupnya. (ind)