- instagram JPEVolley
Reaksi Keras Volimania Usai Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Leg 1: Satu-satunya di Dunia, Selebrasi Juara Ditunda!
tvOnenews.com - Euforia kemenangan Jakarta Pertamina Enduro di grand final Proliga 2026 justru diwarnai keanehan yang memancing reaksi publik.
Di tengah performa impresif yang membawa mereka semakin dekat ke tangga juara, momen selebrasi yang seharusnya sakral malah tertunda. Hal ini langsung memicu komentar panas dari para volimania di media sosial.
Fenomena ini terjadi setelah Jakarta Pertamina Enduro memastikan keunggulan penting atas Gresik Phonska.
Dalam laga yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026), JPE tampil dominan dengan kemenangan telak 3-0 (25-19, 25-23, 25-21).
Hasil tersebut melengkapi kemenangan sebelumnya di leg pertama dengan skor 3-1, sekaligus mengukuhkan status mereka sebagai juara Proliga 2026.
Namun alih-alih langsung mengangkat trofi, selebrasi kemenangan justru harus menunggu pertandingan lain selesai.
Situasi ini memunculkan kritik tajam dari penggemar yang menilai perencanaan acara kurang matang. Banyak yang menyebut kejadian ini sebagai sesuatu yang “langka” bahkan “aneh” di dunia olahraga profesional.
- instagram jpe volley
Reaksi Volimania: “Satu-satunya di Dunia, Selebrasi Ditunda”
Respons fans langsung membanjiri media sosial, terutama di kolom komentar akun komunitas voli. Sejumlah komentar bernada sindiran hingga kritik tajam muncul, menyoroti keputusan panitia yang menunda seremoni juara.
“Selebrasi juara JPE harus nunggu pertandingan lain dulu, berantakan sekali perencanaannya,” tulis salah satu penggemar.
Komentar lain bahkan menyebut situasi ini sebagai hal yang tidak lazim. “Satu-satunya di dunia, selebrasi juara ditunda dulu nunggu pertandingan lain,” tulis netizen dengan nada sarkastik.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan kebijakan menggabungkan seremoni putra dan putri dalam satu waktu. Menurut mereka, keputusan tersebut justru merugikan tim putri yang sudah memastikan kemenangan lebih dulu.
Fenomena ini menjadi sorotan karena dalam banyak kompetisi internasional, seremoni juara biasanya dilakukan segera setelah pertandingan final berakhir.
Penundaan seperti ini dinilai mengurangi momen emosional yang seharusnya dirasakan pemain dan pendukung.
Terlepas dari polemik di luar lapangan, performa Jakarta Pertamina Enduro di lapangan tetap layak mendapat pujian.