- instagram JPEVolley
Jakarta Pertamina Enduro Siap Start from Zero di Final Four Proliga 2026: Megatron Akan Bertempur Habis-habisan?
tvOnenews.com - Megatron kembali menunjukkan mental juara jelang fase penentuan Proliga 2026 bersama Jakarta Pertamina Enduro.
Atlet voli asal Jember itu memastikan Pertamina Enduro tak sekadar lolos ke final four, tetapi siap memberikan perlawanan terbaik demi menjaga tradisi prestasi musim lalu.
Atmosfer latihan di Pertamina Arena Simprug, Jakarta, pun terasa penuh determinasi.
Perjalanan panjang babak reguler telah usai, dan kini segalanya kembali ke titik awal. Melalui unggahan resmi Instagram JPE Volley, tim menegaskan semangat baru mereka:
“Regular season DONE! Proliga 2026 babak reguler resmi selesai. Jakarta Pertamina Enduro finish di posisi ke-2 klasemen akhir Putaran 1 & 2! Final Four = start from zero. Semua tim mulai lagi dari awal, dan saatnya Jakarta Pertamina Enduro kasih fight terbaik di fase penentuan!”
Runner Up Reguler, Saatnya Gas di Fase Penentuan
Jakarta Pertamina Enduro menutup musim reguler di posisi kedua klasemen akhir. Dari 12 pertandingan, tim ini membukukan rekor 28-16 set dan mengoleksi 24 poin.
Mereka berada tepat di bawah Gresik Petrokimia yang memuncaki klasemen dengan 29 poin (33-10 set).
Empat tim yang memastikan tiket final four adalah Gresik Petrokimia, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Elektrik PLN, dan Jakarta Popsivo Polwan.
Jakarta Elektrik PLN menjadi tim terakhir yang mengamankan tempat, menyusul tiga pesaing yang lebih dulu lolos.
Meski berstatus runner up reguler, Jakarta Pertamina Enduro tak ingin terjebak euforia. Dalam sistem final four, semua tim memulai dari nol. Artinya, catatan impresif sebelumnya tak lagi menjadi jaminan.
- instagram JPEVolley
Evaluasi Menyeluruh dan Mental Juara Megatron
Megawati Hangestri menegaskan timnya siap melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memasuki babak krusial.
“Semoga kita bisa menghasilkan yang terbaik, tentunya mempertahankan hasil tahun lalu, kalau bisa lebih baik lagi,” ujar Megawati melansir dari Antara.
Menurutnya, pencapaian musim lalu tak boleh membuat tim cepat puas. Persaingan di final four dipastikan jauh lebih ketat. Ia mengakui masih ada kekurangan yang harus diperbaiki, mulai dari efektivitas serangan hingga penyelesaian akhir.