- instagram jakarta livin mandiri
Alamak! Yolla Yuliana Jadi Penentu Nasib Jakarta Livin Mandiri ke Final Four Proliga 2026?
tvOnenews.com - Yolla Yuliana jadi penentu nasib Jakarta Livin Mandiri ke final four Proliga 2026? Simak selengkapnya berikut ini.
Harapan Bandung BJB Tandamata untuk menjaga asa di ajang Proliga 2026 benar-benar pupus. Dalam laga penutup seri Sentul putaran kedua babak reguler, mereka harus mengakui keunggulan Jakarta Livin Mandiri lewat pertarungan lima set yang melelahkan.
Skor 2-3 menjadi penutup musim yang terasa pahit bagi tim asal Bandung tersebut. Kekalahan dramatis di GOR Chandradimuka, Minggu (22/2), memastikan BJB gagal menembus final four Proliga 2026.
Meski sempat memaksa laga hingga set penentuan, konsistensi dan ketenangan Livin Mandiri di momen-momen krusial membuat langkah BJB terhenti. Musim ini pun berakhir tanpa tiket empat besar bagi mereka.
Duel Lima Set yang Menguras Mental
Sejak set pertama, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. BJB Tandamata tampil agresif dan percaya diri.
Mereka sukses mengamankan set pembuka 25-21 setelah mampu menjaga keunggulan di poin-poin akhir.
Momentum awal ini sempat memberi harapan bahwa BJB bisa menutup musim dengan kemenangan terhormat.
Namun, Livin Mandiri menunjukkan respons cepat. Di set kedua, intensitas serangan meningkat drastis.
Pertarungan berlangsung ketat hingga deuce panjang sebelum akhirnya tim ibu kota menyamakan kedudukan lewat skor 28-26.
Set ketiga bahkan lebih menegangkan. Reli panjang dan aksi saling blok membuat laga semakin panas, hingga Livin kembali unggul tipis 31-29.
Tak ingin menyerah begitu saja, BJB bangkit di set keempat. Dengan determinasi tinggi dan permainan lebih rapi, mereka memaksakan set kelima setelah menang 25-22.
- instagram jakarta livin mandiri
Sayangnya, pada set penentuan, ketenangan menjadi pembeda. Livin Mandiri menutup laga dengan skor 16-14, memastikan kemenangan 3-2 sekaligus menutup peluang BJB ke final four.
Pelatih BJB, Risco Herlambang Matulessy, mengakui timnya sudah berupaya maksimal meski tidak lagi memiliki peluang lolos.
Ia menyoroti faktor mental dan pengalaman, terutama karena komposisi skuad banyak dihuni pemain muda yang belum stabil saat berada dalam tekanan beruntun.