- Instagram Red Sparks
Nohran Sampai Berlinang Air Mata Gara-gara Red Sparks: Akhiri 11 Kekalahan Beruntun Usai Tumbangkan Pink Spiders!
Set ketiga menjadi ujian mental sesungguhnya. Reli panjang dan selisih tipis memaksa kedua tim bermain sabar.
Red Sparks menang 25-23 berkat ketepatan mengambil keputusan di momen kritis. Momentum itu berlanjut di set keempat yang ditutup 25-21.
Elisa Zanette menjadi mesin poin utama dengan torehan 29 angka. Sementara Park Yeo-reum tampil impresif dengan 20 poin, dua blok, 17 penyelamatan, serta tingkat keberhasilan serangan 40,9 persen.
Penampilannya menegaskan bahwa Red Sparks masih memiliki kedalaman skuad untuk bangkit.
- Instagram Red Sparks
Bagi Pink Spiders, kekalahan ini menjadi sandungan serius dalam perburuan papan atas. Tim yang pernah diperkuat legenda voli Korea, Kim Yeon-koung, tetap tertahan di posisi ketiga dengan 53 poin.
Mereka gagal memangkas jarak dari pemuncak klasemen Korea Expressway Corporation Hi-Pass (59 poin) dan Hyundai Engineering & Construction Hillstate (56 poin).
Pelatih Pink Spiders, Tomoka Yoshihara, tak menutupi kekecewaannya. Dikutip dari My Daily Korea, ia menyatakan, “Bukan hanya serangan balik. Akurasi permainan kami secara keseluruhan sangat buruk.”
Ia menambahkan, “Terlalu banyak bola tinggi yang tidak dapat disambung oleh penyerang dalam serangan balik, dan di set pertama. Tidak ada rotasi yang menghasilkan penerimaan bola. Semua servis kami memberi lawan peluang. Lawan menunjukkan performa yang bagus, tetapi tampaknya kami yang menciptakan performa itu.”
Yoshihara juga menyinggung kondisi setter-nya. “Lee Na-yeon tampaknya tidak dalam kondisi terbaik di pertandingan ini. Itulah mengapa saya memasukkan Kim Yeon-soo (di set keempat). Namun, dalam situasi seperti ini, kita perlu tahu bagaimana merespons sebagai.”
Ia menutup dengan evaluasi singkat, “Sekarang pertandingan baru saja selesai, masih sulit menemukan apa yang terjadi sebenarnya. Kami akan menganalisisnya lebih lanjut.”
Kemenangan ini belum mengangkat Red Sparks dari dasar klasemen. Namun lewat air mata Nohran, mereka mengirim pesan kuat ke Liga Voli Korea: musim belum berakhir, dan kebangkitan selalu dimulai dari keyakinan untuk tidak menyerah. (udn)