- instagram JPEVolley
Tak Masuk Daftar Teratas Top Skor! Megawati Hangestri Justru Buktikan Diri Lewat Tiket Final Four Proliga 2026
tvOnenews.com - Absennya nama Megawati Hangestri Pertiwi dalam daftar teratas pencetak poin Proliga 2026 sempat memunculkan tanda tanya.
Padahal, opposite andalan Jakarta Pertamina Enduro itu sudah mengoleksi 173 poin sepanjang musim reguler. Angka tersebut jelas bukan kecil untuk kompetisi seketat Proliga 2026.
Namun faktanya, torehan itu belum cukup untuk menempatkannya di posisi puncak daftar top skor sementara.
Situasi ini memperlihatkan bahwa kontribusi pemain tidak selalu diukur dari posisi teratas dalam statistik individu. Meski kalah dalam perburuan poin pribadi,
Megawati justru sukses mengantar Pertamina Enduro menjadi tim putri pertama yang memastikan tiket ke babak final four Proliga 2026. Konsistensi tim dan distribusi serangan yang merata menjadi kunci keberhasilan sang juara bertahan.
173 Poin yang Berarti Besar untuk Tim
Pada laga terbaru di GOR Utama Bojonegoro, Minggu (15/2/2026), Pertamina Enduro menundukkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 3-1 (27-25, 19-25, 25-20, 25-22). Dalam pertandingan tersebut, Megawati menyumbang 14 poin penting.
Jika diakumulasi sejak awal musim, pemain kelahiran 20 September 1999 itu telah membukukan total 173 poin. Kontribusi tersebut menjadi bagian vital dalam perjalanan Pertamina Enduro mengunci posisi di empat besar lebih cepat dibanding rival-rivalnya.
Namun, dalam daftar pencetak poin terbanyak, Megawati masih berada di bawah Neriman Ozsoy, outside hitter milik Jakarta Electric PLN, yang sudah mengoleksi 238 poin. Selisih cukup jauh inilah yang membuat nama Megawati tak menghuni puncak statistik individu.
Meski demikian, 173 poin yang ia raih terbukti efektif dalam menjaga stabilitas performa tim. Pertamina Enduro tidak bertumpu pada satu pemain saja, melainkan mengandalkan kolektivitas.
Sempat Hilang Taji, Bangkit di Momen Krusial
Performa Megawati sepanjang musim memang tidak selalu mulus. Ia sempat tampil di bawah standar ketika Pertamina Enduro menghadapi Jakarta Livin Mandiri, Jumat (13/2/2026). Dalam laga tersebut, ia hanya mampu mencetak delapan poin.
Bahkan pada set pertama dan kedua, Megawati cuma mengumpulkan tiga angka—angka yang jauh dari rata-rata biasanya. Penampilannya kontras dengan dua rekan setimnya, Iana Shcherban dan Wilma Salas.
Saat Megawati tertahan di delapan poin, Wilma Salas justru tampil sebagai top skor dengan 22 poin, sementara Iana Shcherban menyumbang 18 poin. Momen ini menunjukkan bahwa ketika satu pemain meredup, pemain lain mampu mengambil alih peran sebagai motor serangan.