- instagram megawatihangestrip
Megawati Hangestri Pernah Jadi Pemain yang Paling Ditakuti di Korea? Dua Musim Jadi MVP, Ini Rekor Gila dan Poin Tertingginya Bersama Red Sparks
Ia bukan hanya finisher, tetapi juga pembaca permainan yang tahu kapan harus memukul keras dan kapan menempatkan bola.
Reporter Korea Histeris, Back Attack Jadi Senjata Pamungkas
Aksi Megawati kembali menyita perhatian saat Red Sparks berjumpa AI Peppers. Servis presisi memaksa receive lawan tak sempurna.
Pola cepat kembali dimainkan untuk mengalihkan fokus blok. Ketika umpan akhirnya mengarah ke Megawati, hanya satu blocker yang tersisa.
Perbedaan timing dan power membuat duel berakhir mutlak. Spike tajamnya memancing teriakan kagum reporter di arena.
Julukan “ratu back attack” melekat karena konsistensinya menyerang dari lini belakang. Dalam banyak laga tandang, lawan terlalu fokus pada open spike di depan.
Saat tiga blocker terkunci pada pergerakan quick, bola tiba-tiba diarahkan ke Megawati di belakang. Hasilnya hampir selalu poin.
Pada 7 Februari 2025, saat Hyundai Hillstate kembali bertandang ke markas Red Sparks, pola serupa terulang.
Gerak tipu pemain depan sukses memancing blok, memberi ruang bebas bagi Megawati. Ketika lawan menyadari arah umpan, semuanya sudah terlambat bola lebih dulu menghantam lantai.
- KOVO
Dua Musim MVP dan Rekor Poin Tertinggi
Prestasi individualnya menguatkan narasi tersebut. Dalam dua musim, Megawati meraih penghargaan MVP putaran reguler dan masuk jajaran top scorer liga (data: KOVO season awards & statistik resmi 2023–2025).
Total poin musimannya menembus 700+ pada musim pertama dan kembali berada di kisaran tertinggi pada musim berikutnya. Catatan laga 30–38 poin menjadi bukti kapasitasnya menggendong tim di pertandingan besar.
Lebih dari sekadar angka, dampaknya terasa pada performa kolektif Red Sparks. Kombinasi Megawati dengan setter yang cerdik membaca blok membuat tim sulit ditebak. Ketika tiga penyerang berada dalam performa puncak, celah sekecil apa pun berujung fatal bagi lawan.
Megawati Hangestri Pertiwi bukan hanya ikon Indonesia di Korea Selatan, tetapi simbol evolusi opposite modern: kuat, adaptif, dan taktis.
Setiap loncatannya adalah hasil strategi matang. Tak heran jika dalam dua musim, ia berubah dari debutan asing menjadi pemain yang ditakuti dan dibicarakan di V-League. (udn)