news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee.
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Giovani Pratama

Momen Kocak Pelatih Timnas Futsal Iran Usai Juara Piala Asia, Ngotot Ingin Bawa Pulang Bola Final dari Jakarta Buat Kenang-kenangan

Pelatih futsal Iran, Vahid Shamsaee, mengaku sangat ingin membawa pulang bola pertandingan Piala Asia Futsal 2026.
Minggu, 8 Februari 2026 - 11:36 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pelatih futsal Iran, Vahid Shamsaee, mengaku sangat ingin membawa pulang bola pertandingan Piala Asia Futsal 2026. Keinginan tersebut ia ungkapkan setelah sukses meraih gelar juara berkat kemenangan atas Timnas Futsal Indonesia.

Iran dipastikan kembali mengangkat trofi dalam gelaran Piala Asia Futsal. Gelar ini menjadi yang ke-14 bagi Team Melli sekaligus menegaskan dominasi mereka sebagai raksasa futsal Asia.

Kesuksesan tersebut diraih setelah Iran menumbangkan Timnas Futsal Indonesia di partai final. Namun, hasil itu tidak didapat dengan mudah.

Pasalnya, Iran harus bekerja ekstra keras demi mengamankan gelar juara. Team Melli dipaksa berjuang hingga laga berlanjut ke babak adu penalti dan berakhir dengan kedudukan 5-4.

Pertandingan final tersebut berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) malam WIB. Indonesia Arena, Jakarta, menjadi saksi bisu sengitnya duel kedua tim.

Usai laga, Vahid Shamsaee secara terbuka mengakui bahwa anak asuhnya tidak bermain dalam kondisi mental yang ideal. Ia menyebut laga melawan Indonesia sebagai salah satu pertandingan paling berat sepanjang karier kepelatihannya.

"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat atas perkembangan besar yang saya lihat dari Indonesia. Jika saya menyampaikan sedikit poin teknis, dalam kondisi mental yang sangat sulit, para pemain saya mampu bangkit kembali ke pertandingan," kata Shamsaee.

Pelatih Timnas Futsal Iran Vahid Shamsaee
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

Pelatih berusia 52 tahun itu menilai perkembangan pesat Timnas Futsal Indonesia layak mendapatkan apresiasi. Menurutnya, Indonesia kini bukan lagi lawan yang bisa dipandang sebelah mata di level Asia.

Tekanan mental yang dialami Iran bukan hanya datang dari permainan agresif Indonesia, tetapi juga dari atmosfer stadion. Sorakan suporter yang terus menggema sepanjang laga membuat konsentrasi pemain Iran benar-benar diuji.

"Saya tidak berharap siapa pun harus mengalami tekanan dan situasi seperti yang kami alami. Namun yang terpenting adalah trofi ini milik kami," kata Shamsaee menambahkan.

Shamsaee menegaskan keberhasilan Iran keluar sebagai juara merupakan hasil dari ketangguhan mental para pemainnya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai bukti karakter kuat yang dimiliki skuad futsal Iran.

Lebih jauh, Shamsaee bahkan menilai tidak banyak tim yang mampu bertahan dalam situasi sulit seperti yang dialami Iran. Ia menyebut tekanan saat menghadapi Indonesia di kandangnya sendiri berada di level ekstrem.

"Saya percaya bahwa jika tim lain berada dalam situasi yang dialami Iran, mereka bahkan tidak akan bisa lolos ke final. Selain pemain dan staf Iran, tidak ada tim lain yang mampu bertahan dan melaju dalam kondisi seperti ini," ujar Shamsaee.

Vahid Shamsaee pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Indonesia yang telah menggelar Piala Asia Futsal dengan sangat baik. Menurutnya, sambutan yang diberikan, terutama dari masyarakat Tanah Air, terasa sangat hangat.

"Pokoknya terima kasih banyak untuk kalian semua dan saya telah melihat banyak kejujuran di sini. Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia atas keramahan mereka," kata Shamsaee.

Menariknya, setelah berhasil mengunci gelar juara ke-14, pelatih Iran tersebut mengungkapkan keinginannya untuk membawa pulang bola pertandingan sebagai kenang-kenangan. Ia menyebut hal itu sebagai tradisi pribadi yang selalu ia lakukan.

Vahid Shamsaee menjelaskan kebiasaan membawa pulang bola pertandingan telah ia lakukan dalam beberapa edisi Piala Asia sebelumnya. Tradisi tersebut menjadi simbol emosional dari perjuangan timnya di setiap turnamen.

Aksi tersebut pun mengundang gelak tawa dari awak media yang hadir di ruang konferensi pers. Tak hanya itu, pihak AFC juga terlihat memberikan izin kepada sang pelatih untuk membawa pulang bola pertandingan tersebut.

"Saya selalu mengatakan hal ini setelah turnamen apa pun, termasuk di Kuwait dan Thailand. Saya selalu mengambil bola ini dan sekarang saya akan mengambilnya lagi," jelas Shamsaee.

"Kenapa kamu tersenyum dan tertawa? Saya terima saja, bahkan jika kamu ingin menariknya kembali. Seperti di Thailand, tekanan untuk menjadi juara sangat besar, dan saya percaya bola ini pantas menjadi milik saya," tutupnya.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral