- Istockphoto
Bukan Olahraga Orang Kaya Lagi? Golf Kini Digandrungi Milenial dan Gen Z, Dari Hobi Elit Jadi Tren Generasi Muda
tvOnenews.com - Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga golf mengalami perubahan besar dalam citranya. Jika dulu golf identik dengan kalangan tertentu, kini olahraga ini menjadi bagian dari gaya hidup modern yang terbuka untuk siapa saja.
Generasi muda, profesional perkotaan, hingga perempuan mulai melirik golf bukan hanya sebagai olahraga prestisius, tetapi juga sebagai sarana bersosialisasi dan menjaga kebugaran. Perubahan ini menunjukkan bagaimana golf berkembang menjadi aktivitas yang inklusif, dinamis, dan berorientasi pada gaya hidup sehat.
Melansir dari berbagai sumber, di berbagai kota besar seperti Jakarta, Tangerang, hingga Surabaya, golf mulai menjadi pilihan bagi masyarakat urban untuk berolahraga sekaligus memperluas jejaring. Fasilitas golf modern seperti simulator, klinik pemula, dan area mini golf turut memudahkan siapa pun untuk mencoba permainan ini tanpa harus langsung turun ke lapangan besar.
Fenomena ini menjadikan golf bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari tren hidup aktif yang penuh pengalaman baru.
Semangat keterbukaan inilah yang menjadi latar lahirnya inisiatif kolaboratif antara pelaku industri golf nasional. Salah satunya melalui Indonesia Golf Festival 2025 yang akan digelar di ICE BSD pada 24–26 Oktober 2025.
Ajang ini merupakan salah satu langkah penting dalam memperkuat ekosistem golf di Indonesia. “Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pasar dan memperkuat industri golf nasional,” ujar Ketum APLGI, H.M. Tachril Sapi’ie.
Potensi ekonomi dari industri golf cukup besar karena melibatkan banyak sektor pendukung. “Ekosistem golf mencakup berbagai aspek, mulai dari aksesoris, perlengkapan, simulator, hingga perjalanan wisata golf. Kami ingin menunjukkan bahwa golf memiliki daya tarik lintas industri yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata olahraga,” jelas Sian Christine.
Dengan mengusung tema “Experience the Game – Celebrating the Sport”, kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai pameran, tetapi juga sebagai ajang pengalaman langsung bagi pengunjung. Kegiatan tersebut ingin memperlihatkan golf sebagai aktivitas yang bisa dinikmati semua kalangan.
“Melalui pengalaman langsung, pengunjung diajak merasakan keseruan bermain golf, sekaligus memahami bahwa olahraga ini punya komunitas yang hangat dan terbuka,” kata Bambang Setiawan, Direktur Satue Event.
Konsep ini menggambarkan upaya untuk menghadirkan golf sebagai olahraga yang mudah diakses oleh siapa pun. “Kami ingin menghadirkan pengalaman menyeluruh, bukan sekadar memamerkan produk, tetapi
membangun kedekatan dengan masyarakat yang tertarik pada gaya hidup aktif,” ungkap Tachril.
Berbagai aktivitas menarik juga disiapkan bagi pengunjung. Mulai dari simulasi golf gratis yang memungkinkan pengunjung mencoba lapangan virtual, klinik golf bagi pemula bersama pelatih profesional, hingga area mini golf yang cocok untuk keluarga.
Selain itu, terdapat sesi diskusi bersama pelaku industri golf dan pertemuan komunitas untuk memperkuat jejaring antar-penggemar golf di Indonesia. Penyelenggara memperkirakan sekitar 30 ribu pengunjung akan hadir selama tiga hari berlangsungnya kegiatan dengan potensi transaksi mencapai Rp100 miliar.
Kegiatan ini akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal golf lebih dekat, sekaligus memperlihatkan bahwa golf kini bukan lagi olahraga eksklusif, melainkan ruang kebersamaan dan gaya hidup baru yang dapat dinikmati semua kalangan. (udn)