news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Eks pemain Red Sparks Megawati Hangestri.
Sumber :
  • KOVO

Megawati Hangestri Tak Mau Lanjut di Korea Selatan Gegara Hal ini? Meski Bawa Red Sparks Juara Mega Tak Masuk Daftar Pemain dengan....

Megawati Hangestri tak mau lanjut main di Korea Selatan. Meski tampi bersinar dan berhasil bawa Red Sparks duduk di posisi ketiga Korean V-League tapi Megatron tak masuk
Rabu, 4 Juni 2025 - 09:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Musim 2024–2025 menjadi tahun kedua Megawati Hangestri Pertiwi memperkuat Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks di Korean V-League. 

Penampilannya terus mencuri perhatian, dengan mencatatkan 642 poin sepanjang musim reguler, menjadikannya sebagai salah satu outside hitter paling produktif dari luar negeri. 

Dalam beberapa pertandingan, Megawati bahkan menjadi top skor tim, bersaing dengan bintang lokal seperti Yeum Hye-seon. 

Sayangnya, performa impresif itu belum cukup mengantarkan Red Sparks menembus partai puncak. Red Sparks hanya finis di peringkat ketiga klasemen akhir dan tersingkir di babak semifinal playoff.

Terlepas dari kontribusinya yang signifikan, Megawati tak masuk dalam daftar 10 pemain dengan bayaran tertinggi di liga. 

Padahal, ia mengantongi kontrak senilai 206 juta won atau sekitar Rp2,35 miliar per musim. 

Angka ini tentu tergolong tinggi untuk atlet asal Asia Tenggara, namun masih tertinggal jauh dari para pemain bintang Korea Selatan yang mendominasi posisi teratas dalam urusan gaji.

Sebagaimana dilaporkan oleh Moviestar92, Ratu Voli Korea, Kim Yeon-koung masih memegang status sebagai pemain voli wanita dengan bayaran tertinggi di Korea. 

Kim Yeon-koung
Sumber :
  • Instagram.com/kovopr_official

 

Megabintang Pink Spiders itu menerima gaji pokok 500 juta won, ditambah bonus performa hingga 300 juta won, menjadikannya total mengantongi 800 juta won atau sekitar Rp9,3 miliar. 

Pemain dengan bayaran tertinggi kedua adalah Kang So Hwi, yang baru pindah ke tim Hi-Pass. Ia juga mendapatkan 500 juta won gaji pokok dan 300 juta won bonus, menyamai Kim secara nominal. 

Di posisi ketiga ada Park Jeong Ah, kini membela Al Peppers dengan total gaji 775 juta won, terdiri dari 475 juta won gaji pokok dan 300 juta bonus.

Nama-nama lain seperti Lee So Young (700 juta won), Yang Hyo Jin (600 juta won), dan Bae Yoo-na (550 juta won), menunjukkan bahwa dominasi pemain lokal dalam soal penghasilan masih sangat kuat. 

Bahkan, kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon, mengantongi total 410 juta won, nyaris dua kali lipat dari Megawati.

Faktor utama yang membuat para pemain lokal ini dibayar sangat tinggi adalah ekosistem kompetisi yang sehat. Korean V-League memiliki basis penggemar luas, sponsor besar, dan siaran langsung di televisi nasional. Tak heran, klub-klub tak ragu mengucurkan dana fantastis demi mempertahankan atau merekrut pemain bintang.

“Dalam konteks ini, gaji tinggi bukan sekadar angka, tapi cerminan dari kualitas, konsistensi, dan nilai komersial seorang pemain di mata klub,” tulis Moviestar92. 

Gaji besar juga menjadi insentif agar para pemain terus menjaga performa di level tertinggi.

Sayangnya, meski tampil cemerlang dan menjadi ikon Red Sparks, Megawati tetap berada di luar radar elite secara finansial. 

Salah satu alasannya adalah statusnya sebagai pemain asing dan bukan bagian dari tim nasional Korea. Apalagi, sebagian besar pemain dengan gaji besar punya pengalaman internasional di Olimpiade atau Kejuaraan Dunia.

Namun demikian, gaji Megawati tetap patut diapresiasi. Kontrak senilai Rp2,35 miliar per musim menjadikannya atlet Indonesia dengan penghasilan tertinggi dari cabang voli saat ini. 

Megawati Hangestri berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

 

Nilai itu bahkan belum termasuk bonus performa dan tunjangan lain selama semusim.

Berikut ini daftar 10 pemain voli wanita dengan bayaran tertinggi di Korean V-League musim 2024/2025 versi Moviestar92:

1. Kim Yeon-koung (Pink Spiders): 800 juta won (Rp9,3 miliar)
2. Kang So Hwi (Hi-Pass): 800 juta won (Rp9,3 miliar)
3. Park Jeong Ah (Al Peppers): 775 juta won (Rp9,2 miliar)
4. Lee So Young (IBK Altos): 700 juta won (Rp8,1 miliar)
5. Yang Hyo Jin (Hyundai Hillstate): 600 juta won (Rp6,7 miliar)
6. Bae Yoo-na (Hi-Pass): 550 juta won (Rp6,4 miliar)
7. Hwang Min-kyoung (IBK Altos): 450 juta won (Rp5,2 miliar)
8. Jeong Ji-yun (Hyundai Hillstate): 450 juta won (Rp5,2 miliar)
9. Yeum Hye-seon (Red Sparks): 410 juta won (Rp4,7 miliar)
10. Lee Ju-ah (IBK Altos): 402 juta won (Rp4,6 miliar)

Nama Megawati memang belum masuk dalam daftar tersebut, namun keberadaannya di Red Sparks tetap membawa angin segar bagi popularitas V-League di Asia Tenggara. Ia juga membantu memperluas jangkauan pasar Korea ke Indonesia melalui media sosial dan siaran digital.

Dengan usianya yang masih muda dan performa yang terus stabil, bukan tidak mungkin Megawati akan segera menjadi pemain asing pertama yang bisa menembus daftar elit ini. 

Sejumlah pengamat bahkan menyebut musim 2025/2026 sebagai tahun penentu kariernya, apakah ia akan tetap bertahan di Korea atau pindah ke liga lain yang menawarkan kontrak lebih besar.

“Gaji besar bukan satu-satunya indikator sukses, kontribusi di lapangan dan pengaruh terhadap popularitas tim juga sangat penting,” tulis Moviestar92 dalam artikelnya.

Kini tinggal menunggu apakah ia bisa melanjutkan kiprahnya di V-League atau membuka babak baru di negara lain. Yang jelas, perjuangan Megawati belum selesai, dan dunia masih menanti kiprah hebat berikutnya. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:24
01:11
03:11
07:15
06:13
15:24

Viral