- Reuters/Mohamed Abd El Ghany
Teks Khutbah Jumat 24 April 2026: Hikmah Bulan Dzulqa'dah saat Dunia Dilanda Ketegangan Konflik
Sementara, pahala dari ketaatan yang dikerjakan akan dilipatgandakan apabila dibandingkan dengan bulan-bulan biasa lainnya.
Saudaraku sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Namun, kemuliaan Dzulqa'dah tidak sekadar mengenai pahala berlipat ganda dan pembalasan dosa besar saja, namun juga menjadi momentum bulan damai dan aman. Artinya, agama Islam sangat melarang segala bentuk tindakan menyebabkan permusuhan, pertikaian, apalagi peperangan.
Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 217, Allah SWT berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar." (QS. Al-Baqarah, 2:217)
Hal-hal dapat menyebabkan pertikaian tidak selalu hal-hal besar seperti situasi terjadi saat ini di mana konflik dunia semakin bergejolak. Namun hal kecil juga bisa memicu pertikaian, seperti menyakiti orang lain, sibuk fitnah, berkata kasar, hingga menyebar berita kebohongan.
Selain itu, saling menghina dan merendahkan hingga mempertajam ketegangan mengenai perbedaan masyarakat juga sebagai perbuatan bumbu memicu pertikaian. Fenomena seperti ini harus kita hindari agar tetap memperkokoh persatuan hingga kedamaian umat.
Muslim sejati di mana mereka tidak menyakiti orang lain melalui tangan dan lisannya. Dalam hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: "Orang Muslim adalah orang yang sesama Muslim selamat dari gangguan lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari)
Khutbah II
Maka dari itu, marilah kita memperbaiki diri sebagai cara memanfaatkan momentum bulan Dzulqa'dah sebagai bulan mulia. Marilah kita menjaga sikap, lisan dari ucapan menyakitkan hingga menahan emosi secara berlebihan.