- Pexels/Alena Darmel
Di Waktu Shalat, Mulai Kerjakan 2 Amalan Dahsyat agar Orang Tua Selamat dari Siksa Kubur Saran Buya Yahya
Jakarta, tvOnenews.com - Hubungan anak dan orang tua tidak terputus walaupun dipisahkan kematian. Dalam agama Islam, anak tetap bisa berbakti kepada orang tua yang sudah wafat.
Salah satu cara simpel berbakti melalui getaran amalan. Banyak anak belum menyadari ada peluang besar menghadiahkan amal kepada orang tua di waktu shalat.
Tujuan memberikan amalan kepada orang tua tentu sangat beragam. Namun anak saleh yang memberikan amal minimal dapat membuka peluang agar orang tua selamat dari siksa kubur.
Dalam suatu ceramah, ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan, kehadiran anak memberikan amalan sebagai salah satu diharapkan orang tua setelah wafat.
"Seorang anak karena dibesarkan oleh orang tua, bahkan mereka mendapat didikan orang tua. Sebab, anak itu sesungguhnya adalah tanaman bagi orang tua," ujar Buya Yahya dikutip dari Al-Bahjah TV, Selasa (31/3/2026).
Alasan Anak Jadi Tanaman Orang Tua
- Freepik
Buya Yahya menjelaskan, kehadiran anak tidak sekadar untuk menjalani kewajiban di dunia. Namun buah hati yang saleh sangat berdampak agar segala hajat dikabulkan oleh Allah SWT.
Pengasuh LPD Al-Bahjah itu memberikan contoh sederhananya. Anak saleh atau salehah yang mengucap satu doa dan amalan, maka mereka membawa orang tuanya memperoleh tempat nyaman di alam kubur.
"Semua kebaikan dari anak tentu saja sangat dahsyat untuk menyambungkannya kepada orang tuua," ucapnya.
Amalan dari anak tidak hanya menjadikan hajat dikabulkan Allah SWT, tetapi dapat memberikan pahala untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.
"Kau baca dari kebaikanmu, nanti akan menyambung otomatis lantaran kamu itu buah dari pendidikan ibunda maupun ayahandamu. Jadi, nggak perlu khawatir lagi," terangnya.
Buya Yahya menyayangkan tidak semua anak sadar dengan hal itu. Nahasnya, doa dan amalan rata-rata hanya ditujukan untuk anaknya sendiri tanpa melibatkan nama orang tua di dalamnya.
"Paling penting sebenarnya itu ingatmu lho, yang mahal itu tanda bakti. Soal permasalahan kita sering lupa, maka dari itu jangan melupakan orang tua di amal baikmu," jelasnya.
Amalan Anak agar Orang Tua Selamat dari Siksa Kubur
- Pixabay
Ia mencontohkan anak yang tidak melupakan orang tuanya. Saat khatam Al-Quran, mendapat rezeki, sedekah, hingga beramal lainnya dapat menyertakan nama orang tua.
Bagi Buya Yahya, setidaknya ada dua amalan dahsyat dari anak untuk orang tuanya. Pertama, rutin melakukan sedekah dengan membawa atau mewakili orang tua yang sudah meninggal dunia.
"Coba begini doanya saat sedekah, 'Ya Allah, aku menginfakkan Rp100 ribu ke masjid ini. Ya Allah, supaya pahala baik juga ditunjukan untuk orang tuaku'. Dari sini, dia (anak) dapat, orang tua juga dapat, bahkan ditambah menyambut hati berbakti kepada orang tua," bebernya.
Amalan kedua, kata Buya Yahya, tentu mengerjakan shalat Tahajud. Melalui ibadah sunnah malam ini, sangat dahsyat menyelamatkan orang tua dari siksa kubur.
Pengaruh yang satu ini lantaran Tahajud sebagai bagian dari ibadah Qiyamul Lain. Sepertiga malam menjadi waktu terbaik hajat dikabulkan lantaran Allah SWT turun ke langit dunia.
Anak yang berdoa untuk orang tuanya di waktu shalat Tahajud bisa membawa keberkahan dan ampunan untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.
"Amal baik kita termasuk pernahh mengerjakan Tahajud di tengah malam sambil berdoa, 'Ya Allah, aku bisa Tahajud karena didikan orang tuaku, ibundaku yang mendidik aku dari kecil. Ya Allah, aku memohon pahala dari Tahajud aku sampaikan juga kepada orang tua aku, dan berkat Tahajud aku, ampuni orang tuaku'," ucapnya.
Merujuk dari salah satu hadis riwayat, anak berbakti melibatkan orang tua yang sudah meninggal dunia dalam setiap amalan dan doanya, Rasulullah SAW bersabda:
نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا
Artinya: "Iya mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya." (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)
(hap)