news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lebih Utama Puasa Syawal atau Qadha Ramadhan?.
Sumber :
  • dok.ilustrasi freepik

Lebih Utama Puasa Syawal atau Qadha Ramadhan? Simak Penjelasan Ulama

Puasa syawal menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Namun muncul pertanyaan, lebih utama puasa syawal dulu atau qdha ramadhan?
Senin, 30 Maret 2026 - 11:43 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvonenews.com- Bulan syawal berasal dari bahasa arab Syawwal yang berarti mengangkat atau menaikkan. 

Sementara syawal artinya merujuk pada bulan peningkatan amal setelah berhasil melewati ujian Ramadhan. 

Bulan ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan konsistensi ibadah kita. Salah satu amalan bulan syawal yang dianjurkan yaitu puasa.

Lantas, Lebih Utama Puasa Syawal atau Qadha Ramadhan

Setelah Lebaran sudah Bisa Puasa, Begini Niat Puasa Syawal Lengkap sama Terjemahannya
Sumber :
  • Pexels/Mikhail Nilov

Sehubungan dengan ini, Ketua Komisi Fatwa MUI Sumatera Utara, Dr. Dr. H. Nasir, LC, MA, menjelaskan bahwa para ulama memiliki pandangan yang berbeda terkait penggabungan niat puasa Syawal dan qadha Ramadhan.

Lebih lanjut, kata Dr Nasir mengatakan sebagian ulama membolehkan seseorang menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal. 

Alasannya bahwa seseorang yang melaksanakan qadha di bulan Syawal tetap menjalankan ibadah puasa pada waktu yang dianjurkan.

“Sebagian ulama berpendapat demikian, karena puasa qadha yang dilakukan di bulan Syawal tetap bertepatan dengan waktu dianjurkannya puasa sunnah tersebut,” ujarnya, dikutip dari laman MUI, Senin (30/3).

Lebih Utama Puasa Syawal atau Qadha Ramadhan?
Sumber :
  • dok.ilustrasi freepik

Dengan demikian, jika ia secara pribadi mengingatkan bahwa dalam kaidah fikih dikenal prinsip:

“Al-khuruj minal khilaf mustahab” (keluar dari perbedaan pendapat ulama merupakan sesuatu yang dianjurkan).

“Karena itu, jalan yang lebih baik adalah menyelesaikan qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu," katanya.

"Kemudian setelah itu melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal,” imbuh Dr Nasir.

Dengan demikian, ia mengimbau agar umat Islam tidak menjadikan perbedaan pendapat ini sebagai bahan perdebatan.

“Perbedaan pendapat dalam fikih merupakan bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam. Yang terpenting adalah umat Islam berusaha menunaikan kewajiban qadha puasa Ramadhan dan memperbanyak amal ibadah di bulan Syawal,” pungkasnya.(klw)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:52
05:26
04:52
09:49
01:22
08:38

Viral