- Pexels/ Gül Işık
Tata Cara Puasa Syawal
Jakarta, tvOnenews.com- Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal pada Sabtu (21/3). Dengan ini umat muslim bisa melakukan puasa Syawal setelah Idul Fitri 1447 H.
Dasarnya puasa Syawal sama dengan puasa sunah lainnya, yaitu dengan niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal. Hal ini sangatlah dianjurkan dalam Islam, ada baiknya dilakukan setelah lebaran 2026.
- Pexels/ Gül Işık
Berikut adalah panduan lengkap pelaksanaan puasa Syawal.
1. Waktu Pelaksanaan
Dengan ini mulai Tanggal 2 Syawal: Puasa dapat dimulai sehari setelah Idul Fitri (2 Syawal), karena pada tanggal 1 Syawal hukumnya haram untuk berpuasa.
Perlu diketahui tidak harus nerurutan: Enam hari puasa ini boleh dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah (selang-seling) sepanjang bulan Syawal. Namun, melakukannya secara berurutan segera setelah lebaran dianggap lebih utama (afdhal).
2. Baca Niat
Sebagai utamanya, tidak lupa baca niat puasa sunah Syawal yang bisa dilakukan di dalam hati sejak malam hari atau bahkan pada siang hari sebelum waktu zuhur.
Asalkan Anda belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Niat di Malam Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ)
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala."
Niat di Siang Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ)
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala."
3. Ketentuan dengan Utang Puasa (Qadha)
Para ulama menganjurkan untuk mendahulukan membayar utang puasa Ramadan (qadha) sebelum melaksanakan puasa sunah Syawal karena hukumnya wajib.