news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Ramadhan 2026.
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Naskah Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Sebentar Lagi Lebaran, Ramadhan Melambatlah, Jangan Cepat Pergi

Berikut tema naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk pelaksanaan shalat Jumat, bertajuk "Sebentar Lagi Lebaran, Ramadhan Melambatlah, Jangan Cepat Pergi".
Kamis, 12 Maret 2026 - 22:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ramadhan merupakan bulan yang memberikan peluang umat Islam meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.

Pada Ramadhan 2026, umat Islam sebentar lagi akan menghadapi momentum Lebaran. Tentu hal ini menandakan bahwa bulan Ramadhan usai.

Sebagai umat Islam, tentu masih banyak yang ingin menikmati kesucian bulan Ramadhan. Tak sedikit dari mereka masih ingin meningkatkan amal ibadah sebelum Ramadhan berakhir.

Maka dari itu, tvOnenews.com akan merekomendasikan tema naskah khutbah Jumat yang menarik tentang kenikmatan di bulan Ramadhan untuk pelaksanaan shalat Jumat, 13 Maret 2026. Hal ini menjadi bahan refleksi jemaah shalat Jumat memanfaatkan waktu tersisa sebelum Ramadhan ditutup dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Naskah Khutbah Jumat: Sebentar Lagi Lebaran, Ramadhan Melambatlah, Jangan Cepat Pergi

Ilustrasi Ramadhan 2026
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Saudaraku jemaah shalat Jumat dimuliakan Allah,

Segala puji bagi Allah SWT yang Maha Penolong, Maha Pemberi Ampunan kepada hamba-hamba-Nya. Sholawat serta salam tercurahkan kepada Baginda kita, Rasulullah SAW. Berkat beliau, kita terjaga dari perbuatan zalim dan kejahatan.

Sidang Jumat rahimakumullah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Kita dapat menambah kualitas ketaatan dan menjauhi segala perbuatan maksiat yang sudah dilarang oleh Allah SWT.

Dalam sesi khutbah Jumat kali ini, khatib akan membahas seputar "Ramadhan, Melambatlah, Jangan Terlalu Cepat Pergi". Sejumlah kata ini menjadi topik menarik sebagai bahan refleksi kita bersama di masjid tercinta ini.

Selain itu, topik pembahasan ini sangat penting bagi kita, mengingat sebentar lagi akan memasuki periode Lebaran atau nama umumnya adalah Hari Raya Idul Fitri. Tentu dengan waktu saat ini, tamu mulia kita, Ramadhan akan pergi meninggalkan kita.

Kita tidak mengetahui boleh jadi Ramadhan tahun ini adalah yang terakhir untuk kita dalam kehidupan ini. Maka dari itu, marilah kita berdoa agar termasuk golongan hamba mendapat ampunan dari Allah SWT.

Sebagaimana diketahui, salah satu dalil Al-Quran membahas tentang Ramadhan terletak pada Surat Al-Baqarah Ayat 184. Dalam kalimat awal ayat ini, Allah SWT berfirman:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ

Artinya: "Pada hari-hari yang tertentu (sangat singkat)." (QS. Al-Baqarah, 2:184).

Secara hakikat, seluruh bulan di tahun Hijriah mempunyai jumlah hari yang sama. Ada yang mencapai 29, ada juga sampai 30 hari.

Akan tetapi, Allah SWT mengkhususkan keseluruhan hari dalam bulan Ramadhan memunculkan istilah ayyamam ma'dudat. Hal ini menjadi isyarat waktu Ramadhan berlangsung secara singkat dan membuat umat Muslim merasa waktunya cepat berlalu.

Penyebutan ini sebenarnya mempunyai makna dahsyat. Orang mungkin merasa menjalani amal dan ibadah dengan tenang tanpa berat selama bulan suci Ramadhan.

Diketahui, Ramadhan merupakan bulan paling ditunggu oleh seluruh umat Muslim di dunia. Saat bulan suci datang, orang-orang beriman merasa hatinya dipenuhi dengan kegembiraan.

Tak ayal, bulan suci Ramadhan diibaratkan seperti bagian musim. Beberapa di antaranya musim ketaatan, musim ampunan, dan musim dilipatgandakannya pahala.

Sayangnya saat sudah hadir, umat Muslim merasa hari-hari selama satu bulan penuh di Ramadhan terasa begitu cepat. Ibaratnya, orang yang baru hadir, tetapi langsung hilang secepat kilat sehingga menimbulkan dilema bagi mereka yang memanfaatkan waktu bulan mulia ini dengan sebaik mungkin.

Tak sedikit dari orang beriman menanamkan perkataan "Ramadhan, melambatlah sedikit, jangan terlalu cepat pergi". Kalimat ini selalu menggema dalam hati mereka.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Melalui Surat Al-Baqarah Ayat 185, Allah SWT menunjukkan Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan ibadah puasa. Bulan ini menjadi waktu turunnya Al-Quran, petunjuk untuk umat manusia, hingga bulan memisahkan kebenaran dan kebatilan.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim terkait betapa dahsyatnya keberkahan Ramadhan, Rasulullah SAW seraya bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: "Apabila Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari & Muslim)

Tafsir ayat ini menggambarkan secara jelas tentang Ramadhan. Bulan ini memberikan kesempatan besar untuk seorang hamba dengan cara memperbanyak atau meningkatkan amal saleh sebagai jalan memudahkan menuju surga hingga menjadi benteng kokoh untuk ketaatan.

Ibadallah,

Khatib kembali mengingatkan salah satu keistimewaan di bulan Ramadhan yang paling dinantikan umat Muslim, yakni Lailatul Qadar. Dalam Surat Al-Qadr, Allah SWT menjadikan malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan atau setara 83 tahun 4 bulan.

Artinya, satu malam Lailatul Qadar memberikan nilai lebih baik ketimbang ibadah sepanjang umur yang dijalankan oleh manusia. Para sahabat, ulama hingga salaf terdahulu tidak pernah membuang kesempatan meraih keistimewaan di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Dalam hal ini menunjukkan bahwa, semakin dekat memasuki babak akhir Ramadhan, justru kita sebagai umat Muslim seharusnya semangat meningkatkan amal ibadah.

Nyatanya, tidak semua orang menggambarkan hal ini. Beberapa orang justru melemah dalam urusan amal ibadah di akhir Ramadhan. Padahal salah satu puncak keberkahan berada di penghujunga bulan suci ini.

Dalam kitab Latha'iful Ma'arif, Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali seraya berkata:

يَا عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ قَدْ عَزَمَ عَلَى الرَّحِيلِ، وَلَمْ يَبْقَ مِنْهُ إِلَّا الْقَلِيلُ، فَمَنْ أَحْسَنَ فِيهِ فَعَلَيْهِ التَّمَامُ، وَمَنْ فَرَّطَ فِيهِ فَلْيَخْتِمْهُ بِالْحَسَنَاتِ

"Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadan telah bertekad untuk pergi, dan tidak tersisa darinya kecuali sedikit waktu. Maka siapa yang telah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia menyempurnakannya, dan siapa yang telah lalai maka hendaklah ia menutupnya dengan amal-amal kebaikan."

Melalui ucapan ini, kita bisa melihat bagaimana para ulama memanfaatkan Ramadhan menjadi waktu paling berharga. Umat Muslim tentu masih memiliki peluang memperbaiki diri, menambah amal, hingga mengejar ketertinggalan yang belum dicapai di waktu tersisa bulan ini.

Orang mukmin sejati menunjukkan kegembiraan saat Ramadhan datang. Namun mereka harus bersedih menjelang detik-detik kepergian Ramadhan.

Khutbah II

Demikianlah khutbah pertama disampaikan pada sesi hari ini. Maka dari itu, selama Ramadhan masih menyertai kita, marilah kita tidak membuang kesempatan waktunya dengan sebaik mungkin.

Kita bisa memperbanyak tilawah dan tadarus Al-Quran, memperbanyak sedekah, memperbanyak qiyamul lail, memperbanyak doa, istighfar, hingga dzikir.

Semoga Allah SWT memberikan kita taufik. Kita bisa memperoleh Lailatul Qadar dalam kondisi termasuk orang yang bertakwa dan taat kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Yayasan Amal Jariyah Indonesia.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:44
03:11
01:51
06:48
01:06
01:13

Viral