- Gemini AI
Kapan Sebaiknya Membayar Zakat Fitrah? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
tvOnenews.com - Memasuki hari ke-19 bulan suci Ramadhan, banyak umat Muslim mulai bertanya mengenai waktu terbaik untuk menunaikan zakat fitrah.
Ibadah ini merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan menjadi salah satu amalan penting menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Zakat fitrah memiliki tujuan untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Selain itu, zakat ini juga bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan agar mereka dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan beberapa hal penting terkait waktu serta bentuk zakat fitrah yang sesuai dengan tuntunan dalam Islam.
Dalam penjelasannya, Ustaz Khalid Basalamah menegaskan bahwa zakat fitrah pada dasarnya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat.
Di Indonesia sendiri, makanan pokok yang paling umum adalah beras. Oleh karena itu, zakat fitrah biasanya diberikan dalam bentuk beras dengan ukuran tertentu.
Menurutnya, jumlah zakat fitrah yang dikeluarkan adalah sekitar 2,5 kilogram makanan pokok untuk setiap orang.
- YouTube
“2,5 kilogram beras, makanan pokoknya. Jangan diganti dengan duit kecuali duit itu dikasih ke masjid atau lembaga lalu dibelikan beras kemudian dibagikan,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Ia menjelaskan bahwa jika seseorang menyerahkan uang kepada masjid atau lembaga zakat, maka uang tersebut sebaiknya digunakan untuk membeli makanan pokok terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada penerima zakat.
Ustaz Khalid Basalamah juga menekankan bahwa zakat fitrah yang langsung diberikan dalam bentuk uang kepada penerima tidak memiliki dasar dalil yang kuat.
“Kalau biasa kurma ya kurma, gandum ya gandum, beras ya beras. Kalau mau kasih uang itu sedekah lain lagi, jangan zakat fitrah,” jelasnya.
Karena itu, ia menyarankan agar umat Muslim tetap menunaikan zakat fitrah sesuai dengan bentuk yang telah dicontohkan dalam ajaran Islam.
Memberikan sedekah dalam bentuk uang tentu tetap diperbolehkan, namun itu termasuk kategori sedekah biasa dan bukan zakat fitrah.
Selain membahas bentuk zakat fitrah, Ustaz Khalid Basalamah juga menjelaskan mengenai batas waktu pembayaran zakat fitrah.
Menurutnya, zakat fitrah dapat dikeluarkan sejak awal bulan Ramadhan. Artinya, seseorang sudah boleh menunaikan zakat fitrah bahkan sejak hari-hari pertama Ramadhan.
Namun, waktu yang paling utama atau paling dianjurkan adalah menjelang Hari Raya Idul Fitri, khususnya pada akhir Ramadhan.
“Dan itu dikeluarkan batasnya sampai sebelum shalat Idul Fitri,” jelasnya.
Artinya, jika seseorang menunaikan zakat fitrah setelah salat Idul Fitri, maka ibadah tersebut tidak lagi dihitung sebagai zakat fitrah, melainkan hanya sebagai sedekah biasa.
“Boleh dari awal Ramadhan sudah kasih ke masjid tidak ada masalah, tapi awal kasihnya itu di akhir Ramadhan tepatnya tentu di malam Lebaran,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Dengan menunaikan zakat fitrah pada waktu yang tepat, umat Muslim tidak hanya menjalankan kewajiban agama tetapi juga membantu memastikan bahwa saudara-saudara yang kurang mampu dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari kemenangan. (adk)