- Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV
Konflik AS–Israel dan Iran Memanas, Buya Yahya Jelaskan Sikap yang Tepat bagi Muslim
tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia setelah Amerika Serikat-Israel melancarkan serangan ke Iran.
Serangan dan aksi balasan membuat suasana global ikut tegang, sementara isu Palestina tetap menjadi inti persoalan yang belum juga menemukan titik damai.
Di tengah kondisi ini, sebagian umat Islam bertanya-tanya: jika Iran menyerang Israel, bolehkah kita mendukungnya?
Apalagi Iran dikenal sebagai negara dengan mayoritas penganut Syiah, sementara di Indonesia mayoritas umat Islam berpegang pada Ahlusunah. Bagaimana seharusnya sikap kita?
Pertanyaan ini pernah dijawab oleh Buya Yahya dengan pendekatan yang menenangkan dan berfokus pada nilai kemanusiaan.
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Memisahkan Urusan Akidah dan Urusan Kemanusiaan
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa persoalan perbedaan keyakinan adalah hal tersendiri dan tidak selalu relevan untuk dibahas dalam setiap situasi.
Menurutnya, dalam konteks Palestina, yang sedang terjadi bukan sekadar persoalan agama, melainkan persoalan kemanusiaan.
“Perbedaan urusan keyakinan ini berbeda. Hari ini bukan waktunya kita bicara itu. Dan kita sudah terlambat bersama-sama meyakini bahwasanya Israel adalah musuh kita bersama dan dia telah menodai kemanusiaan bukan sekadar urusan agama,” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa kezaliman terhadap rakyat Palestina telah melampaui batas, sehingga yang dihadapi hari ini adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Karena itu, siapapun yang berusaha menghentikan kezaliman tersebut patut didukung dalam konteks membela kemanusiaan.
Bentuk Dukungan yang Bijak dan Sesuai Syariat
Lalu bagaimana bentuk dukungan yang dimaksud?
Buya Yahya menjelaskan bahwa dukungan itu dimulai dari hal yang mampu kita lakukan: doa, bantuan harta, dan upaya menyuarakan kebenaran.
“Palestina harus kita bantu, kita tolong. Dimulai dari panjatan doa, dengan harta kita, dengan upaya apa yang bisa kita mampu,” kaya Buya Yahya.
Beliau juga menegaskan bahwa jika dalam upaya menghentikan kezaliman kita “bertemu” dengan orang-orang yang berbeda agama atau mazhab, itu adalah konsekuensi dari perjuangan kemanusiaan.