- iStockPhoto
Teks Kultum Ramadhan 1447 H: Keutamaan Sahur dan Mengakhirkannya, Lengkap dengan Dalilnya
Keutamaan Bersahur
Sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meskipun hukumnya tidak wajib, namun di dalam sahur terdapat keberkahan yang sangat besar bagi orang yang menjalankan ibadah puasa.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
عَنْ أَنَسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم، تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِيْ السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ، مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Anas RA., Rasulullah SAW bersabda:
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (Muttafaq ‘alaih)
Selain mengandung keberkahan, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa kaum Ahlul Kitab.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضيَ اللَّهُ عَنهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ : فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحُرِ. رَوَاهُ مُسلِمٌ
Dari ‘Amr bin al-‘Ash RA., Rasulullah SAW bersabda:
“Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab (yakni kaum Yahudi dan Nasrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
Anjuran Mengakhirkan Sahur
Selain dianjurkan untuk bersahur, Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan agar sahur dilakukan mendekati waktu Subuh, selama tidak khawatir masuknya waktu fajar.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits:
وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ، قِيْلَ: كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسُوْنَ آيَةً. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ