news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi doa buka puasa Ramadhan.
Sumber :
  • iStockPhoto

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, Benarkah Allahumma Laka Shumtu?

Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyebut bacaan doa buka puasa Ramadhan sunnah Rasulullah SAW, ialah "Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil", bukan "Allahumma Laka Shumtu".
Rabu, 18 Februari 2026 - 20:49 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Setiap datang bulan Ramadhan, umat Islam di Indonesia sering menggunakan bacaan doa buka puasa yang populer. Kebanyakan membaca lafal "Allahumma Laka Shumtu".

Bacaan doa buka puasa ini sangat populer dilafalkan di masjid, televisi, hingga media sosial. Akan tetapi, sebagian kalangan umat Islam bertanya apakah doa tersebut bagian sunnah Nabi Muhammad SAW.

Jika bukan menggunakan lafal "Allahumma Laka Shumtu", seperti apa bacaan doa buka puasa sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW? Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) akan mengupasnya agar tidak keliru.

UAH menyampaikan, doa buka puasa bukanlah Allahumma Laka Shumtu. Ada bacaan doa lainnya yang menjadi kebiasaan dari Nabi Muhammad SAW saat ingin berbuka puasa.

"Pada umumnya memiliki terjemahan dengan telah hilang haus itu, dan basah tenggorokan, dan tetap sekarang pahala dari Allah. Insya Allah jika Allah berkehendak seluruhnya," ungkap UAH dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Ceramah Pendek, Rabu (18/2/2026).

Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Ilustrasi doa buka puasa Ramadhan
Sumber :
  • iStockPhoto

Dilansir dari buku 101 Doa Anak Saleh karya dari Tim Darul Ilmi, berikut bacaan doa buka puasa berdasarkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

Bacaan Latin: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-allah taala.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta'ala." (HR. Abu Dawud, Daruquthni, Hakim & Nasa'i)

Bacaan doa ini tercantum dalam hadis riwayat Abu Dawud Nomor 2357 dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhu.

Kenapa doa buka puasa dengan bacaan "Dzahabadh dzhama-u wabtallatil" menjadi sunnah? UAH menegaskan, Nabi Muhammad SAW sering menggunakan lafal tersebut.

"Karena Rasulullah adalah kebiasaan, Nabi terbiasa dengan yang ini, karena Rasulullah SAW, ketika berbuka beliau berdoa 'Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-Allah'," terang UAH.

Ketepatan waktu membaca doa buka puasa sesuai sunnah memiliki dua pendapat dari para ulama. Pendapat pertama terletak pada kalimat "telah hilang dahaga", yang artinya dibaca setelah membatalkan puasa.

Pendapat kedua terkait waktu terbaik menggetarkan doa terletak sebelum puasa batal. Spekulasi ini memiliki penjelasan kuat dari konteks yang akan datang.

"Dibaca sebelum buka atau sesudah buka? Sebetulnya mau sebelum buka atau sesudah buka itu baik-baik saja tidak masalah," jelasnya.

UAH tidak mempermasalahkan jika ada yang melafalkan doa buka puasa sesuai sunnah setelah batal. Ia melihat sebagian umat Islam memiliki versi terjemahan dan tafsirnya secara masing-masing.

"Biasanya yang setelah minum itu menerjemahkannya gini ‘telah hilang haus’ minum dulu baru bilang hausnya, itu kalau dibaca dengan terjemahan biasa," imbuhnya.

Menurut UAH, waktu terbaik melafalkan doa tersebut sebelum membatalkan puasa. Hal ini mengingat ada bacaan "idza aftor".

"Bismillah kita minum air baru baca silakan. Tapi kalau liat setiap hadis, tanda-tanda dari kata-katanya nampaknya lebih menunjuk pada sebelum kita minum (baca doa berbuka), bukan setelah minum," paparnya.

Kenapa Allahumma Laka Shumtu Bukan Doa Buka Puasa Sunnah Nabi Muhammad SAW?

Dilansir dari NU Online, bacaan doa buka puasa yang populer di Indonesia sebagai berikut.

اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Bacaan Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'alaa rizqika athortu birahmatika yaa arhamar rahimin.

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih."

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan, bacaan doa ini muncul dari hadis riwayat seorang sahabat bernama Mu'adz bin Zuhrah. Hadis ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dalam sunannya Nomor 2358.

Merujuk dari Rumaysho, hadis riwayat untuk bacaan doa "Allahumma Laka Shumtu" bersifat dho'if. Sanad dari amalan tersebut telah terputus.

Ath Thobroni dari Anas bin Malik juga mengeluarkan hadis sejenis. Sanad dari hadis tersebut bersifat dho'if. Hal ini dipertegas oleh ulama Syaikh Al Albani dan Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral