- Gramedia
Mengetahui Keutamaan Membaca Asmaul Husna
“Aku bermohon pada-Mu dengan semua nama-Mu yang Engkau namai sendiri diri-Mu dengan nama-nama itu, atau yang Engkau turunkan nama itu di dalam kitab suci-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang ciptaan-Mu, atau yang Engkau khususkan nama itu (tersimpan) di dalam ilmu yang tidak terlihat; agar Engkau menjadikan Al-Quran penyubur hati.”
4. Allah mencintai hamba yang mencintai asmaul husna
Siapa yang mencintai Asmaul Husna dan sering mengamalkannya, maka Allah juga akan mencintainya. Seperti dalam kisah yang terjadi di masa Rasulullah SAW berikut,
Dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW mengutus seorang laki-laki pada suatu peperangan. Laki-laki itu selalu menjadi imam bagi yang lain, dan ketika shalat ia selalu menutup bacaan suratnya dengan surat Al-Ikhlas.
Ketika mereka semua kembali kepada Nabi, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW.
Nabi bersabda, “Tanyalah kepadanya mengapa dia membaca surat itu.” Lalu sahabat bertanya kepadanya. Laki-laki itu menjawab, “Karena dalam (surat Al Ikhlas) terdapat sifat Ar-Rahman dan aku suka membacanya.” Lalu Nabi bersabda, “Sampaikan kepadanya, bahwa Allah SWT juga mencintainya.”
5. Menenangkan hati
Ketika merasa suasana hati tidak tenang, cobalah untuk mengingat ALlah dan berdoa dengan menyebut nama-namanya (Asmaul Husna). Seperti dalam sebuah hadis dari Ibnu Masud RA, Rasulullah bersabda,
“Tiada orang yang tertimpa kebimbangan dan kesedihan kemudian berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah seorang anak hamba laki-laki-Mu, ubun-ubunku di tanganmu, hukummu berlaku padaku, keputusanmu sangat adil padaku.”
“Saya memohon dengan seluruh nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakan diri-Mu dengannya, yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu atau yang Engkau sembunyikan di ilmu ghaib di sisi-Mu.”
“Jadikanlah Alquran sebagai musim semi hatiku dan cahaya di dadaku, serta menjadi penghilang kesedihan dan kebimbanganku, kecuali Allah akan menghilangkan kebimbangan dan kesedihannya dan menjadikan kesenangan sebagai gantinya.”