- Pexels/Mohammed Alim
Apakah Shalat Sudah Ada Sebelum Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW?
“Adapun sebagian yang lain mengatakan, shalat itu sekadar doa saja. Makna shalat di situ bukan yang ada takbiratul ihram, bukan yang ada tasyahud dan ruku’ sujudnya, tapi doa. Karena shalat secara bahasa artinya doa,” tambahnya.
- Pexels/Thirdman
Bentuk Ibadah Sebelum Shalat Lima Waktu
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa sebelum Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW telah melakukan ibadah shalat dalam bentuk yang belum sempurna seperti shalat fardu lima waktu saat ini.
Sebagian ulama berpendapat bahwa shalat yang dilakukan adalah shalat dua rakaat pada waktu-waktu tertentu, mirip dengan shalat sunnah.
Selain itu, Rasulullah SAW juga dikenal rutin melaksanakan shalat malam (qiyamul lail), bahkan pada awal kenabian, shalat malam sempat diwajibkan sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Muzzammil sebelum kemudian diringankan menjadi sunnah.
Makna Agung Penetapan Shalat dalam Isra Mi’raj
Ditentukannya shalat fardu lima waktu dalam peristiwa Isra Mi’raj menunjukkan kedudukan shalat yang sangat istimewa.
Shalat menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT tanpa perantara malaikat Jibril, menegaskan posisinya sebagai tiang agama dan tolok ukur keimanan seorang muslim. (gwn)