- iStockPhoto
Rahasia Dahsyat 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah Dijelaskan Ustaz Adi Hidayat
tvOnenews.com — Ustadz Adi Hidayat mengungkap rahasia dahsyat yang terkandung dalam dua ayat terakhir Surah Al Baqarah, yakni ayat 285–286.
Menurutnya, ayat ini memiliki keutamaan luar biasa yang secara khusus Allah turunkan untuk umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Dalam penjelasannya Ustadz Adi Hidayat menyebut bahwa membaca Surah Al Baqarah ayat 285–286 bukan sekadar ibadah lisan, melainkan amalan yang berpotensi menggugurkan dosa sekaligus mempercepat terkabulnya doa, selama doa tersebut dipanjatkan dengan niat yang baik untuk urusan dunia dan akhirat.
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
“Kalau dunia baik tapi akhiratnya kurang, Allah perbaiki. Kalau akhirat baik tapi dunia belum, Allah sempurnakan,” ungkap Ustadz Adi dalam kajiannya.
Ia menjelaskan, terdapat dua surah utama yang dianjurkan dibaca sebelum berdoa, yakni Surah Al-Fatihah dan dua ayat terakhir Surah Al Baqarah.
Hadis yang menerangkan keutamaan ayat ini disebutnya sahih, bahkan para ulama memperkuatnya dengan sejarah penulisan ayat-ayat tersebut di dalam Ka’bah.
“Al Baqarah ayat 284, 285, dan 286 pernah dituliskan di dinding Ka’bah saat berhala-berhala dihapus. Ini bukan ayat biasa,” jelasnya.
Ustadz Adi Hidayat juga menuturkan bahwa Malaikat Jibril pernah turun langsung membawa kabar gembira kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Kabar itu menyebutkan bahwa siapa pun yang membiasakan membaca Al-Fatihah dan dua ayat terakhir Al Baqarah, maka setiap hurufnya dijaminkan bernilai penggugur dosa dan pengabul doa, selama tidak terhalang oleh maksiat.
“Doa yang benar dan khusyuk bisa tertolak kalau masih diselimuti maksiat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan beberapa adab yang mempercepat doa dikabulkan Allah. Salah satunya adalah berdoa dalam kondisi safar atau perjalanan jauh untuk ketaatan.
Menurut hadis sahih, doa orang yang sedang safar memiliki peluang dikabulkan dua kali lebih cepat. Selain itu, mengangkat kedua tangan saat berdoa juga menjadi faktor penting.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah, tidak akan membiarkan hamba-Nya yang mengangkat tangan pulang dengan tangan kosong.
Adab lainnya adalah membuka doa dengan Asmaul Husna. Doa yang diawali dengan menyebut nama-nama Allah disebut memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Hal ini dicontohkan oleh Nabi Zakaria dalam Alquran, ketika beliau memohon keturunan meski secara medis dianggap mustahil.
“Allah tidak pernah menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya,” ujar Ustadz Adi, mengutip Surah Al-Baqarah ayat 286.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia pasti diuji dengan masalah. Namun, masalah bukan untuk melemahkan, melainkan untuk menaikkan kualitas hidup dan ketakwaan seorang hamba.
“Kalau punya masalah, curhatlah kepada Allah, bukan ke media sosial,” pesannya.
Ustadz Adi Hidayat menutup kajiannya dengan ajakan agar umat Islam memperbanyak sujud, memperpanjang doa di hadapan Allah, dan memohon dengan kelembutan melalui nama-nama-Nya yang indah.
“Bentangkan sajadahmu, tumpahkan semua bebanmu dalam sujud. Walaupun solusi belum datang, hati akan lebih tenang,” pungkasnya.