news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi makan bersama-sama.
Sumber :
  • Freepik.com

Tradisi-Tradisi Unik Masyarakat Indonesia dalam Menyambut Ramadhan

Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam. Indonesia ternyata memiliki budaya unik untuk meramaikan momen bulan puasa. Berikut beberapa tradisi yang ada.
Rabu, 20 April 2022 - 15:09 WIB
Reporter:
Editor :

Masyarakat yang ikut berpatungan nantinya berhak mendapatkan 2 kilogram daging ditambah beberapa tulang yang masih berdaging. Selain itu, hasil penyembelihan daging sapi juga diberikan kepada kaum kurang mampu dan beberapa anak yatim, piatu yang terdapat di wilayah tersebut. 

Tradisi ini bertujuan untuk mengumpulkan warga sekitar sehingga, bisa terus menjalin tali silahturahmi dan saling bermaaf-maafan sebelum puasa tiba tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Aceh yang di dalamnya, mengandung berbagai nilai luhur dan diharapkan dapat terus dilestarikan untuk anak cucu dikemudian hari. 

3. Munggahan, Jawa Barat 

Tradisi Munggahan yang berasal dari suku Sunda, Provinsi Jawa Barat ini berasal dari bahasa Sunda yaitu "unggah" yang berarti naik. Secara istilah, Munggahan dapat diartikan naik ke bulan suci atau tinggi derajat. Karena itu unggahan dapat diartikan sebagai prosesi penyambutan bulan puasa yang penuh kemuliaan. Sehingga umat Muslim akan merasa bahagia dan dinaikkan derajatnya pada bulan ini. 

Penyebutan Munggahan juga berbeda-beda pada beberapa daerah. Contohnya seperti, masyarakat Bandung lalu Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Purwakarta yang menyebut Munggahan adalah Papajar. Berbeda dengan Bogor, di daerah ini Munggahan disebut dengan istilah Cucurak. 

Dalam kegiatan Munggahan ini biasanya menjadi momen berkumpulnya keluarga besar, saudara, dan teman untuk melakukan makan bersama sambil bermaaf-maafan. Selain itu juga untuk memanjatkan doa bersama berserta berziarah ke makan orangtua atau yang sering dikenal dengan istilah nyekar. 

Munggahan bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas nikmat serta kesehatan yang Allah SWT berikan. Sehingga dapat mempertemukan umatnya kembali kepada bulan suci Ramadhan.  

Budaya Indonesia begitu banyak ragam. Khususnya, kepada masyarakat negeri ini dalam menyambut bulan Ramadhan. Namun begitu, apapun perbedaan nama, penyebutan atau prosesinya tetap memiliki makna dan arti yang sama. Setiap tradisi merupakan budaya turun temurun yang mau tidak mau harus dipertahankan oleh setiap generasinya.

Melestarikan dan mewariskan suatu tradisi adalah kewajiban para generasi penerus agar sebuah kebudayaan tidak tergerus oleh waktu dan pengaruh globalisasi sekaligus modernisasi yang ada. (ayu) 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral