news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

(ilustrasi) Wahyu Allah yang tak boleh disebut bagian dari Al - Quran adalah Hadits Qudsi.
Sumber :
  • unsplash.com

Mengenal Hadits Qudsi, Wahyu Allah yang Tak Masuk dalam Al-Quran

jika menyebut tentang Hadits Qudsi, belum tentu semua umat muslim mengetahuinya. Istilah ini bahkan mungkin masih awam bagi sebagian masyarakat
Jumat, 8 April 2022 - 14:47 WIB
Reporter:
Editor :

Seluruh umat Muslim tentu mengetahui kedudukan hadits dalam agama Islam. Hadits seringkali menjadi sebuah sumber hukum dan rujukan dalam berbagai aspek kehidupan dan beribadah.

Hadits memang memiliki kedudukan kedua setelah Al - Quran sebagai sumber hukum. Namun jika menyebut tentang Hadits Qudsi, belum tentu semua umat muslim mengetahuinya. Istilah ini bahkan mungkin masih awam bagi sebagian masyarakat.

Dilansir dari laman web resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), hadits sendiri dimaknai sebagai ucapan, perbuatan, dan sesuatu yang disetujui oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam konteks ini, Hadits Qudsi memang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW namun Hadits Qudsi ini bersumber langsung dari Allah SWT.

Namun apabila sama - sama bersumber langsung dari Allah, lantas apa bedanya Hadits Qudsi dengan Al - Quran?

Semua ulama sepakat bahwa isi Al - Quran adalah wahyu dari Allah, namun ternyata ada lagi wahyu Allah yang tak boleh disebut bagian dari Al - Quran yakni Hadits Qudsi. Jadi meskipun sama - sama bersumber dari Allah namun keduanya tidak memiliki kedudukan yang sama.

Dalam kitab al-Qawaidul Asasiyah fi Ilmi Mustholah al-Hadits halaman 16-19, Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani menjelaskan;

الحديث القدسي نسبة إلى القدس ، والقدس هو : الطهارة والتنزيه ، ويطلق عليه الحديث الإلهي نسبة للإله والحديث الرباني نسبة للرب جل وعلا

“Hadis Qudsi adalah hadits yang dinisbahkan pada kata Qudsi. Arti kata Qudsi adalah suci (ath-thoharoh) dan membersihkan (at-tanzih). Selain disebut hadis Qudsi juga disebut hadits ilahi dinisbatkan pada Ilah (Allah), dan juga disebut hadits Robbani dinisbatkan pada Robb (Allah; Penguasa) yang Maha Agung dan Luhur”.

Selain itu Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi dalam kitab Tanwir al-Qulub halaman 551 menjelaskan;

والحديث القدسي أنزل عليه بغير واسطة الملك غالبا بل بالهام أو منام إما باللفظ والمعنى وإما باللفظ فقط يعبر عنه النبي صلى الله عليه و سلم بألفاظ من عنده و ينسبه اليه تعالى لا للتعبد بتلاوته ولا للإعجاز.

“Hadis Qudsi adalah wahyu yang di turunkan kepada Nabi Muhammad dengan tanpa perantara malaikat melainkan dengan ilham atau mimpi. Ada kalanya hadis Qudsi itu turun berupa lafadz dan maknanya dan adakalanya lafadznya saja dan kemudian Nabi sendiri yang mengungkapkan dengan beberapa lafadz dari dirinya sendiri yang di nisbahkan kepada Allah dan membaca hadis Qudsi tersebut tidak di anggap ibadah dan jga tidak mengandung mukjizat”.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:05
01:51
01:01
01:18
04:36
05:03

Viral