news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi masjid.
Sumber :
  • Freepik

Teks Khutbah Idul Adha 2025 Singkat: Jangan Biarkan Kurban dan Haji Kamu Menjadi Amal yang Tertolak

Kekeliruan melaksanakan ibadah haji dan kurban saat Hari Raya Idul Adha akan menjadi materi menarik untuk teks khutbah Jumat singkat pada shalat Id, Jumat, 6 Juni 2025.
Jumat, 30 Mei 2025 - 23:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Berikut bahan materi teks khutbah Idul Adha 2025 singkat dengan tema ibadah kurban dan haji.

Seperti diketahui, ketetapan jadwal Hari Raya Idul Adha 2025 dari pemerintah dijatuhkan pada Jumat, 6 Juni 2025.

Umat Islam tengah menyibukkan penyembelihan hewan kurban, shalat Id, dan ibadah haji di Hari Raya Idul Adha.

Kemeriahan ini seringkali mengundang kekeliruan, sehingga amal dari ibadah kurban dan haji hanya menjadi sia-sia.

Oleh karena itu, jangan sampai dua ibadah yang bernilai pahala besar ini hanya sekadar formalitas akan dibahas melalui teks khutbah Idul Adha.

tvOnenews.com mengambil judul teks khutbah Idul Adha singkat ini bertajuk "Jangan Biarkan Kurban dan Haji Kamu Menjadi Amal yang Tertolak".

Teks Khutbah Idul Adha Tema Jangan Biarkan Kurban dan Haji Kamu Menjadi Amal yang Tertolak

Ilustrasi mendengar teks khutbah Idul Adha
Sumber :
  • iStockPhoto

 

اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ.
اْلحَمْدُ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنسْتغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ هَذَا الرَّسُوْلِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ:

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Allahu Akbar (9x), walillahillhamd.

Saudaraku jemaah shalat Id yang dikaruniai Allah

Pertama-tama, marilah kita bersyukur atas kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala telah memberikan kesempatan bagi kita mendengar kumandang takbir pada hari ini.

Tak lupa juga, marilah bersholawat serta salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang menjadi teladan bagi kita semua.

Hadirin yang berbahagia

Takbir berkumandang, gema Idul Adha menyentuh hati kaum Muslimin di seluruh dunia. Hari ini adalah momen pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan kepada perintah Allah SWT.

Namun, di balik semangat berkurban dan berhaji, terdapat peringatan penting "jangan sampai amal besar ini justru tertolak karena kesalahan mendasar dalam niat dan pelaksanaan".

Pertama-tama, khatib akan menerangkan esensi ibadah kurban dan haji pada waktu kultum shalat Id hari ini.

Kurban dan haji bukan sekadar ritual fisik atau simbol keberhasilan finansial. Keduanya merupakan ibadah yang sangat mulia dalam Islam, sarat makna pengabdian dan ketakwaan.

Dalam Surat Al-Hajj Ayat 37, Allah SWT berfirman:

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin." (QS. Al-Hajj: 37)

Begitu pula dengan ibadah haji, salah satu hadis riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim menerangkan keutamaan besar dari ibadah haji, Rasulullah SAW bersabda:

"Haji yang mabrur, balasannya tidak lain adalah surga." (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, pahala agung itu tidak akan didapat jika amal dilakukan dengan keliru, atau hanya mengejar pengakuan manusia.

Sidang shalat Id yang dirahmati Allah

Ada beberapa kesalahan fatal yang membuat amal ibadah kita tertolak, antara lain:

1. Tidak Ikhlas karena Allah

Ikhlas adalah ruh dari setiap amal ibadah. Banyak yang berkurban dengan niat pamer menunjukkan harga hewan kurban yang mahal atau membagikan dokumentasi haji sebagai ajang status sosial.

Inilah bentuk riya dalam ibadah, yang sangat berbahaya.

Padahal, Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayatnya, beliau bersabda:

"Barang siapa yang beramal karena riya’, maka Allah akan memperlihatkan riya’ itu padanya." (HR. Muslim)

2. Kurang Ilmu dan Tata Cara yang Benar

Melaksanakan kurban tanpa memastikan syarat sah, seperti usia hewan, kesehatan, dan tidak cacat—dapat membatalkan ibadah tersebut.

Demikian juga haji, yang jika tidak memenuhi rukun dan syarat haji, akan menjadi sia-sia. Dalam cuitannya, Imam Bukhari mengatakan, "Ilmu sebelum berkata dan beramal."

Tanpa bimbingan ilmu, ibadah bisa melenceng dari tuntunan Nabi SAW.

3. Meremehkan Akhlak Selama Ibadah

Banyak orang yang beribadah namun lupa adab. Saat thawaf, menyikut orang lain. Ketika di Mina, mudah marah dan egois. Dalam penyembelihan, menyakiti hewan secara tidak syar’i.

Padahal Islam mengajarkan etika dalam beribadah, termasuk kepada hewan.

Bagaimana kita bisa menentukan jalan agar ibadah diterima? Jika menginginkan ibadah kurban dan haji dikabulkan Allah SWT, sebaiknya perhatikan sejumlah hal ini sebagai berikut:

- Meluruskan niat ibadah hanya karena Allah.
- Mempelajari tuntunan syariat lewat ulama dan literatur terpercaya.
- Memperhatikan akhlak dalam seluruh proses ibadah.
- Menjadikan ibadah ini sebagai sarana muhasabah dan penguatan iman
- Mendistribusikan daging kurban dengan adil dan tepat sasaran, terutama kepada yang membutuhkan.

Ma'asyiral muslimin rahimahumullah

Demikianlah khatib hanya bisa menyampaikan khutbah pertama ini, semoga bisa bermanfaat. Maka dari itu, esensi Idul Adha bukan sekadar momen tahunan. Ia adalah panggilan untuk beribadah secara benar dan tulus.

Marilah jangan kita biarkan kurban dan hajimu menjadi amal yang tertolak karena niat yang salah atau pelaksanaan yang menyimpang.

Semoga Allah menerima kurban dan hajimu, menjadikannya amal yang diberkahi dan menuntunmu menuju surga-Nya. Aamiin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ. إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, kitab Fiqh al-Ibadah oleh Dr. Wahbah az-Zuhaili.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
01:59
02:45
02:14
01:33
04:47

Viral