news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ustaz Khalid Basalamah bagikan pendapatnya soal Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dijuluki Gubernur Konten.
Sumber :
  • Kolase YouTube Khalid Basalamah Official & ANTARA/Narda Margaretha Sinambela

Dedi Mulyadi Gubernur Konten? Ustaz Khalid Basalamah Sepakat Ternyata Cara Kerja seperti KDM Dibilang Bagus: Jangan Suudzon, itu kan...

Isu viral Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dijuluki "Gubernur Konten" disorot Ustaz Khalid Basalamah. Ia mengimbau bahayanya suudzon atas tugas orang lain.
Rabu, 21 Mei 2025 - 09:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sempat mencuri perhatian karena dijuluki sebagai "Gubernur Konten".

Julukan tersebut direspon Dedi Mulyadi yang dianggap telah pencintraan memamerkan kinerjanya di media sosial.

Berbagai pihak juga ikut menanggapi tuduhan kepada Dedi Mulyadi, salah satunya pendakwah kondang Ustaz Khalid Basalamah.

Dalam suatu ceramah, Ustaz Khalid Basalamah ditanya soal Dedi Mulyadi telah pencitraan sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Kalau saya pribadi melihat ini bukan pencitraan, kecuali dia niat itu. Ada orang memang dia harus mem-publish apa yang dia lakukan," ujar Ustaz Khalid Basalamah dikutip tvOnenews.com dari Instagram @zuhdan.ar, Rabu (21/5/2025).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Cepi Kurnia

 

Ustaz Khalid Basalamah mencontohkan seseorang diamanahkan masyarakat sebagai pemimpin dalam mengemban tugas mensejahterahkan sebuah wilayah tertentu.

"Sekarang seorang pemimpin wilayah, bupati kah, wali kota, gubernur, atau sampai pada tingkat menteri dan presiden misalnya, dia kan diamanahkan tugasnya bagaimana caranya supaya tersampaikan," jelasnya.

Menurut data, masyarakat Indonesia baik dari tingkat desa seringkali menyoroti pemimpin daerah karena sejumlah faktor, contohnya penyalahgunaan kekuasaan.

Konten tersebut disebarluaskan sebagai cara Dedi Mulyadi tengah menjalankan peran Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030.

"Dibagikan ke masyarakat sudah melakukannya, ya enggak ada masalah. Dibuat konten memang ini loh jalanan memang yang sedang dibuat ini, jembatan ini, sekolah itu enggak ada masalah," katanya.

Menariknya, konten-konten dari mantan Bupati Purwakarta itu disambut masyarakat yang antusias mendukung cara kerja Gubernur Jawa Barat itu.

"Lalu dia imbau ke masyarakat misalnya, ini sudah kami lakukan tolong dijaga dengan baik-baik. Apa masalahnya? Pencitraan dari mana ini?," tuturnya.

Pendakwah asal Makassar itu mengimbau bahayanya suudzon sebagai sikap yang menimbulkan kegaduhan di tengah kepercayaan publik.

"Prasangka buruk terus. Ini saya yakin yang suka sangka buruk ini pasti paling banyak keriputnya, paling banyak ubannya, paling banyak masalahnya ini," tegasnya.

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, setiap individu minimal harus mengutamakan urusannya masing-masing, tanpa menyoroti pihak tertentu.

"Untuk apa ini? Nyampurin semua urusan orang. Jadi, enggak perlu, jangan langsung nilai buruk karena ini sesuatu yang biasa," pesannya.

Pendapat Ustaz Khalid Basalamah mengenai kinerja Dedi Mulyadi mendapat dukungan dari sejumlah netizen.

"Pemuka agama yang cerdas, masyaAllah," tulis @boygxxx.

"MasyaAllah kalau Ustaz Khalid Basalamah memang benar-benar mengungkapkan rasa cinta dengan pemimpin yang baik," tambah @maghxxx.

"Betul sekali, kami warga Jabar sangat setuju dan mendukung cara pandang ulama ini, hatur nuhun pencerahannya," lanjut @iwanxxx.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menyindir Dedi Mulyadi sebagai "Gubernur Konten" dalam rapat digelar Komisi II DPR RI pada Selasa (29/4/2025).

Rapat tersebut dalam rangka mendengar pendapat bersama kepala daerah dan Kemendagri untuk membahas permasalahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Selain itu, Komisi II juga menggelar rapat tersebut untuk mengetahui seberapa jauh evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Dedi Mulyadi bereaksi konten tersebut bermanfaat dalam membantu menurunkan biaya belanja rutin iklan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral