news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi karyawan bank yang mau resign karena ingin taubat dari riba.
Sumber :
  • iStockPhoto

Kalau Sudah Tahu Riba, Haruskah Karyawan Bank yang Mau 'Taubat' Pilih Resign? Ulama ini Beri Solusi yang Terbaik

Pungutan bunga dalam bank diartikan riba menyebabkan karyawan taubat dan ingin keluar, tetapi takut atas rezeki. Solusinya seperti ini kata ulama karismatik.
Senin, 19 Mei 2025 - 23:14 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Riba dalam agama Islam akan memberikan keburukan yang mengarah pada dosa dan membawa malapetaka di akhirat nanti.

Pungutan bunga dalam sistem transaksi bank sudah diperingatkan agar tetap bertakwa melalui redaksi Surat Al-Baqarah Ayat 278, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin." (QS. Al-Baqarah, 2:278).

Dalam tafsir ayat ini, karyawan bank menyadari kalau bunga mengandung riba, hingga mereka tak tahan memilih resign sebagai jalan taubat kepada Allah SWT.

Akan tetapi, apabila karyawan bank pilih keluar, mereka khawatir susah mencari pekerjaan dan menyebabkan kesulitan ekonomi.

Permasalahan ini mencuri perhatian dari para ulama yang memberikan solusi untuk karyawan bank tak mau terjebak dalam riba di antaranya adalah Ustaz Adi Hidayat.

tvOnenews.com melansir dari channel YouTube Audio Dakwah, Ustaz Adi Hidayat membagikan sikap karyawan bank apabila ingin keluar atas cara taubat dari riba.

Cara pertama, orang mukmin tetap harus menghindari segala larangan yang ditetapkan oleh agama Islam.

Ustaz Adi Hidayat
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

 

"Apapun yang kita kerjakan kalau bersentuhan dengan yang dilarang, tinggalkan," ucap Ustaz Adi Hidayat.

Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat mengimbau agar riba tidak boleh tersentuh lagi. Ketika sudah berikrar taubat, maka harus meninggalkan hal tersebut.

"Jadi kalau ada yang haram-haram, jangan banyak mikir, tinggalkan aja," saran dia.

Teruntuk yang masih kerja di suatu bank, Ustaz Adi Hidayat memahami ada keraguan yang muncul di dalam benak seseorang, meski sudah resah terhadap sistem di dalamnya.

Keraguan ini muncul karena takut melarat dan tidak berpenghasilan lagi, terutama bagi mereka yang sudah memiliki keluarga harus tetap mencari nafkah.

"Kalau sekarang terlibat pada yang haram, kemudian dengan meninggalkan itu tidak ada bekal atau memungkinkan kita masuk pada bab yang lebih sulit hidupnya nanti," terangnya.

Pendakwah dari Muhammadiyah itu mengambil contoh yang umum terkait pekerjaan yang berpotensi riba, tidak sekadar hanya di bank saja.

"Misalnya, kerja di tempat yang ada riba, kemudian Anda ingin tinggalkan tapi enggak ada modalnya, kalau Anda tinggalkan, jatuhnya lebih kuat, bahkan berdampak pada kehidupan Anda lebih sulit," jelasnya.

Ia paham betul keraguan itu sebagai permasalahan utama karena takut tidak bisa masuk kerja atau tak mendapat pekerjaan yang lebih baik ke depannya.

Keraguan ini membuat nyawa terancam karena tidak bisa hidup bercukupan apabila sudah diterpa tak mempunyai pekerjaan.

Menariknya, para ulama berpendapat kalau dalam kondisi seperti ini, tidak menjadi masalah di tempat kerjaannya lebih dulu, asalkan sudah mencari jalan keluarnya.

"Maka ulama sepakat di sini, jadikan ini sebagai pijakan, dijalani terlebih dahulu bikin jembatan, cari pekerjaan lain. Setelah dapat, maka tinggalkan secara total dan seluruhnya," tegasnya.

Pendakwah kelahiran 11 September 1984 itu menyinggung rezeki setiap makhluk hidup sejatinya telah ditetapkan dan tercatat di Lauhul Mahfudz.

Dalam Surat Hud Ayat 6, Allah SWT berfirman:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)." (QS. Hud, 11:6).

"Asal Anda mau kerja dengan cara yang halal, Allah turunkan rezeki tanpa dikurangi sedikitpun. Jangan dikira kalau korupsi harta akan bertambah, tidak, jangan dikira kalau mencuri harta akan berlimpah, tetap saja harta Anda segitu enggak akan nambah," tutupnya sambil memberi pesan mendalam.

(far/hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:27
39:43
03:16
04:30
30:22
04:50

Viral