- ANTARA
Buntut Perang dengan Palestina, PBB Ungkap 70 Persen Wilayah Gaza Berada dalam Kuasa Militer Israel
Kanada, tvOnenews.com - Buntut dari perang Israel-Palestina, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza berada dalam zona militer dan atau zona perintah pengungsian paksa Israel.
Juru bicara PBB, Farhan Haq mengatakan gangguan terhadap bantuan kemanusiaan hingga kini masih berlanjut akibat dari pembatasan-pembatasan yang terus dilakukan Israel.
Gangguan tersebut dapat dilihat salah satunya dari pengalaman para mitra PBB yang berupaya memperbaiki kabel fiber optik di Gaza yang telah rusak selama enam pekan.
Namun, otoritas Israel menolak permintaan koordinasi yang hendak memperbaiki jaringan komunikasi tersebut.
"Penolakan terakhir terjadi pagi ini, karena kabel tersebut merupakan sumber konektivitas data yang penting bagi para responder kemanusiaan," ungkap Haq, pada Rabu (7/5/2025).
Pihaknya menambahkan bahwa tim PBB hingga kini masih berjuang untuk mengamankan akses tetap terhadap bahan bakar.
"Hari ini, tim PBB yang dipimpin OCHA (Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan) diizinkan mengambil beberapa pasokan dari sebuah stasiun bahan bakar di Rafah setelah otoritas Israel membiarkan rekan-rekan kami ke sana." ujarnya.
"Ini hari kedua berturut-turut kami diizinkan mengambil bahan bakar dari Rafah setelah hampir tiga minggu penolakan," sambung Haq.
Namun, pasokan ini "hanya sedikit dibandingkan dengan kebutuhan yang sangat besar," katanya seraya menekankan bahwa "OCHA PBB butuh dukungan otoritas Israel pada pergerakan misi kemanusiaan di dalam wilayah Gaza.
Menanggapi rencana pengiriman bantuan usulan Israel yang didukung Amerika Serikat, Haq mengatakan OCHA dan mitra kemanusiaannya.
“menghadiri pertemuan dengan AS beberapa hari lalu sebagai bagian dari dialog berkelanjutan tentang cara memastikan bahwa bantuan dapat sampai ke tangan warga Gaza sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan." pungkasnya. (ant/kmr)