- Antara
Tak Terduga Wak Haji Ungkap Hal Paling Menantang di Timnas Indonesia: Saya Harus...
Jakarta, tvOnenews.com-Tak disangka selama bergabung di Timnas Indonesia. Ada hal yang tidak bisa disepelekan pemain baru.
Pemain ini pernah secara blak-blakan soal perasaannya ke dalam sebuah Podcast di YouTube. Itu ia sampaikan, di waktu pertama kali bergabung dengan Timnas Indonesia.
- Antara
Sebagaimana diketahui, Ragnar Oratmangoen atau disapa Wak Haji ini sangatlah populer di kalangan suporter Indonesia.
Dia juga terkenal ramah dan murah senyum. Sebab ia akui menerapkan amalan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Hobinya yang kebiasaan tebar senyum (murah senyum) itu, memang benar adanya sebagai amalan baik.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu” (Sahih, HR Tirmidzi no 1956).
Hal Baru buat Wak Haji Kaget di Timnas Indonesia
Diketahui, sejauh ini pemain ini satu-satunya yang berstatus mualaf. Siapa sangka dia adalah mualaf Ragnar Oratmangoen.
Dalam ceritanya, Ragnar yang disapa Wak Haji ini merasa syok di awal bergabung dengan Timnas Indonesia. Itu buatnya kaget, apa itu?.
- Instagram ragnar oratmangoen
Hal baru itu ialah gaya bermain bola di Timnas Indonesia. Menurutnya, ada perbedaan dengan sepakbola di Belanda.
Hadir dan bergabung di Timnas Indonesia saat Pelatih Shin Tae-yong (STY) masih melatih, Ragnar Oratmangoen merasakan ada yang berbeda.
Sehingga perbedaan tersebut, menjadi tantangan tersendiri, dan sesuatu yang baru.
Wak Haji yang merupakan campuran Indonesia -Belanda ini menyadari dirinya harus beradaptasi dengan cepat. Mengingat ia datang sebagai pemain keturunan (naturalisasi).
"Di Belanda, semua orang ingin bermain sepak bola yang baik dari belakang,” ungkap penyerang milik FCV Dender itu, dalam YouTube Sport77 Official, dikutip Rabu (6/5/2025).
“Di Indonesia, yang pertama kali dilakukan adalah kerja keras dan berlari dan tidak bermain bola seperti itu (operan pendek).” jelas Wak Haji.
Ragnar pun menyebutkan itulah yang menjadi perbedaan amat besar dari kedua negara itu.
Dengan itu, baginya gaya bermain sepakbola di Indonesia lebih banyak untuk berlari dan umpan jauh.
Hal ini dianggap sangat berbeda dengan Belanda yang banyak memainkan umpan pendek.
“saat kalian tidak bisa bermain operan pendek, maka bermain operan panjang. Di Belanda, mereka tidak menyukai bermain dengan operan jarak jauh,” jelasnya terheran.
Pemain Mualaf yang Nyaman di Indonesia
Hal menarik lain dari Wak Haji, ia keturunan Belanda dan Indonesia, yang lebih nyaman di Tanah Air. Pasalnya, masyarakat dianggap lebih toleran.
Dia yang berstatus mualaf ternyata lahir dari keluarga non-muslim beragama Nasrani.
Bahkan dia juga merasa lebih nyaman dan menyenangkan di Indonesia, sebab tingkat toleransinya tinggi dan bebas mendengarkan adzan kapanpun, di manapun.
"Indonesia mayoritas beragama islam, dan bagaimana pandangan kamu jika dibandingkan dengan eropa yang cukup bebas?," tanya Mamat sebagai host.
"Sebenarnya tidak begitu sulit di Belanda. Namun kamu tidak akan sebebas yang diinginkan," jawab Ragnar.
"Sebab mereka orang Belanda sangat mudah mengudge orang lain, berbeda dengan saya Indonesia," jelas Wak Haji itu.
Perjalanan Spiritual Ragnar Oratmangoen
Di sisi lain, Ragnar pernah menceritakan bukan tidak mudah. Namun rasa itu muncul disaat, ia kerap diajak teman-temannya ke Masjid.
Di sana ia memulai, eksplorasi da pikirnya untuk mengenal agama islam dengan baik.
"Bagi saya, yang saya pikirkan adalah belajar tentang Tuhan. Tentu saja juga teman saya yang beberapa kali membawa saya ke masjid," jelas Wak Haji.(klw)