- Arief/Media Center Haji 2024
Tips Terbaik Menjaga Barang Berharga saat Haji 2025, Antisipasi Terhindar Aksi Pencurian di Tanah Suci
tvOnenews.com - Jutaan umat Islam akan berbondong-bondong memadati Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji 1446 Hijriah.
Di Indonesia, jadwal keberangkatan jemaah haji 2025 dari kelompok terbang (kloter) pertama akan berlangsung pada 2 Mei hingga 16 Mei 2025.
Para jemaah haji akan memadati Tanah Suci, tempat yang begitu mulia dan memiliki jutaan sejarah.
Mereka juga akan menciptakan suasana yang padat dan dinamis di Masjidil Haram, Mina, Arafah, serta tempat umum lainnya.
Dalam kondisi seperti ini menjadi peluang bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Meski berada di Tanah Suci, kasus kehilangan barang pribadi tetap terjadi.
Maka dari itu, tips memahami bagaimana menjaga barang berharga selama ibadah haji adalah bentuk ikhtiar dan tanggung jawab pribadi agar ibadah tetap khusyuk.
Barang-Barang Berharga yang Perlu Dijaga Baik-baik saat Haji
- Antara
Merujuk dari Buku Panduan Jemaah oleh Badan Pelaksana Haji Khusus Indonesia (BPKH), barang-barang seperti paspor, visa, uang tunai, kartu identitas, ponsel, hingga alat ibadah elektronik (seperti digital counter atau Al-Qur'an digital) termasuk benda yang perlu dijaga ekstra.
Sebaiknya, jemaah hanya membawa perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan. Simpan dokumen penting dalam dua bentuk, yakni berupa fisik dan digital.
Menggunakan Perlengkapan Anti-Pencurian yang Tepat
Melansir dari Saudi Gazette, jemaah harus mengetahui betapa pentingnya memilih perlengkapan yang mendukung antisipasi pencurian selama menunaikan ibadah haji.
Jemaah setidaknya menggunakan tas pinggang tersembunyi (money belt) atau tas ransel dengan resleting tersembunyi.
Kemudian, jemaah juga harus menghindari pemakaian tas tangan biasa yang mudah dijambret. Koper juga sebaiknya diberi gembok kecil dan label identitas.
Kendati demikian, jemaah memiliki kewajiban untuk menyimpan barang berharga di bagian dalam, bukan di kantong luar.
Tips Terbaik Menjaga Barang Berharga saat di Tempat Umum dan Padat
Kondisi padat saat thawaf, sai, atau antre bus seringkali membuat jemaah lengah. Tips terbaik yang harus dilakukan adalah menggunakan tas gendong di depan, bukan di belakang.
Melansir dari Arab News, jemaah juga wajib menghindari menggunakan ponsel mahal atau perhiasan mencolok di tempat ramai.
Jemaah selalu waspada terhadap orang asing yang terlalu dekat atau menawarkan jasa tidak resmi, termasuk pemandu liar atau penjaja tanpa izin.
Mengamankan Barang di Pemondokan atau Hotel Khusus Jemaah Haji
Meski berada di akomodasi yang aman, tetap perlu strategi menjaga barang. Jemaah harus memanfaatkan brankas hotel yang disediakan oleh pihak hotel.
Jika tidak ada, maka bisa menyimpan barang di koper yang terkunci dan tersembunyi, bahkan jangan membiarkan pintu kamar terbuka meskipun sedang ditempati, hingga saat ke kamar mandi.
Jika sekamar dengan jemaah lain, bangun kepercayaan dengan saling mengingatkan dan terbuka soal batasan barang pribadi.
Sikap apabila Kehilangan atau Pencurian Barang
Menurut arahan dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi, jika terjadi kehilangan, segera hubungi ketua kloter atau petugas perlindungan jemaah (linjam). Laporan resmi bisa dilakukan ke polisi Arab Saudi (Mutawif).
Kemudian, jemaah menyimpan cadangan salinan dokumen di ponsel atau cloud untuk mempercepat proses pemulihan. Pada intinya, tidak boleh panik dan tetap fokus mencari solusi dan menjaga semangat ibadah.
(hap)