news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Paus Fransiskus wafat..
Sumber :
  • Antara

Setelah Paus Fransiskus Meninggal, Dunia Butuh Pemimpin Dunia yang Peduli Isu Kemanusiaan

Hikmahanto Juwana mengatakan sosok pemimpin negara di dunia yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, seperti Paus Fransiskus,
Rabu, 30 April 2025 - 18:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dunia membutuhkan sosok pemimpin negara yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan.

Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana.

Hikmahanto Juwana mengatakan sosok pemimpin negara di dunia yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, seperti Paus Fransiskus, amat dibutuhkan di tengah situasi geopolitik saat ini.

"Ini sungguh sangat kita butuhkan dalam situasi geopolitik yang seperti sekarang ini, yang mungkin ada sejumlah negara besar yang pemimpinnya tidak berpihak pada isu kemanusiaan maupun perdamaian," ungkap Hikmahanto Juwana.

Dirinya menegaskan betapa pentingnya konsensus global untuk menghentikan kekerasan, seperti pesan yang disampaikan Paus Fransiskus.

"Saya setuju dengan apa yang selalu diserukan oleh konsensus bahwa perdamaian itu harus ada, harus ada, jangan selalu menggunakan senjata," ujar pengamat hubungan internasional itu.

Menanggapi konflik Israel-Palestina, Hikmahanto menilai sikap Vatikan yang konsisten dalam membela perdamaian dan kemanusiaan. 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana
Sumber :
  • ANTARA

 

Aksi membela ini menjadi suara yang penting di tengah konflik yang kian mengarah pada genosida.

"Keberpihakan Paus Fransiskus terhadap perdamaian dan kemanusiaan sungguh luar biasa. Kesederhanaannya dan ketegasannya dalam menyuarakan nilai-nilai moral justru membuat para pemimpin Israel merasa terancam," ujarnya.

Kemudian, ia memandang konflik antara Israel dengan Palestina sebenarnya bukan masalah menyangkut agama, melainkan masalah tanah.

Serangan Israel ke Gaza kini tak hanya soal balasan terhadap serangan pada 7 Oktober 2023, melainkan mengarah pada pembersihan etnis.

"Perang ini sudah mengarah pada genosida, etnis cleansing. Bukan sekadar membalas dendam, tapi juga untuk menghabisi Hamas dan menguasai Gaza, seperti mereka menguasai Tepi Barat," jelasnya.

Selain itu, Hikmahanto juga menyoroti pergeseran sikap sejumlah negara Eropa yang mulai memberi dukungan pengakuan terhadap Palestina.

Sebaliknya, ia justru mengkritik keras dukungan politik yang diberikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mendukung Israel.

Menurutnya, absennya delegasi Israel dalam pemakaman seorang tokoh Vatikan menjadi indikasi nyata bahwa seruan Vatikan tidak diterima dengan tangan terbuka oleh pemerintah Israel.

"Keberpihakan terhadap kemanusiaan dan perdamaian ini justru dikhawatirkan oleh para petinggi pejabat di Israel dan kita tahu buktinya bahwa tidak ada satu delegasi pun dari Israel yang hadir dalam pemakaman. Presiden Amerika Serikat hadir, Presiden Perancis hadir, bahkan Presiden Zelensky hadir," katanya.

Lantas, berkaitan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi 1.000 warga dari Gaza, dia memberikan catatan penting agar evakuasi tidak dijadikan alat yang memuluskan Israel untuk mengosongkan Gaza.

Ia mengingatkan pesan Paus Fransiskus juga selalu menyerukan tentang ‘two statement solution’ sebagaimana posisi yang diambil Indonesia terkait Palestina.

Terakhir, dia mengapresiasi konsistensi Paus Fransiskus dalam menyerukan perlindungan terhadap kelompok perempuan dan anak-anak Palestina.

"Karena apa Israel terus menyerang anak-anak karena suatu hari nanti mereka akan menjadi para pejuang yang akan melawan Israel, maka kenapa para perempuan harus dihabisi karena mereka yang bisa melahirkan anak-anak yang suatu hari nanti akan memperjuangkan tanahnya," pungkasnya. (ant/kmr)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral